INDUSTRY.co.idJakarta - Digitalisasi pasar rakyat memasuki babak baru. Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) meluncurkan INKOPPAS Link, aplikasi yang dirancang untuk mempercepat modernisasi koperasi dan ekosistem perdagangan pasar di Indonesia.

Koperasi Pedagang Pasar Cibubur Sejahtera (KOPPAS Cibubur) menjadi proyek percontohan program tersebut. Digitalisasi tidak hanya menyasar transaksi pembayaran, tetapi juga pencatatan, pengelolaan transaksi, serta pengembangan ekosistem pasar yang lebih efisien dan terhubung.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi, Rulli Nuryanto mengapresiasi langkah INKOPPAS dalam mendorong digitalisasi koperasi pedagang pasar.

Menurut dia, pemanfaatan INKOPPAS Link berpotensi memperluas jangkauan pasar bagi pedagang. Ke depan, aplikasi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi platform perdagangan daring sehingga konsumen dapat membeli produk pedagang pasar tanpa harus datang langsung ke lokasi.

“Pemanfaatan INKOPPAS Link akan memperluas pasar karena memperbesar daya jangkau para pedagang. Saya harap ke depannya terus dikembangkan sampai menjadi semacam e-commerce,” kata Rulli.

Sekretaris Jenderal INKOPPAS, Adrian Lame Muhar mengatakan, digitalisasi diperlukan agar koperasi dan pedagang pasar dapat mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan perilaku masyarakat.

“Melalui program digitalisasi, kami ingin membantu koperasi dan pedagang pasar menjadi lebih adaptif, efisien, dan mampu memberikan pelayanan yang sesuai kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Adrian.

INKOPPAS menargetkan aplikasi tersebut nantinya dapat diperluas hingga sekitar 2.800 koperasi pedagang pasar di seluruh Indonesia.

Dalam pengembangannya, INKOPPAS menggandeng PT Moneta Pembayaran Teknologi (MonetaPay) sebagai mitra sistem pembayaran dan PT Manunggal Laju Teknologi (Manalogi) sebagai penyedia teknologi.

MonetaPay mendukung transaksi cashless dalam ekosistem INKOPPAS Link. Sistem pembayaran digital tersebut diharapkan dapat mempermudah pencatatan keuangan sekaligus meningkatkan keamanan transaksi dengan mengurangi risiko fraud, uang palsu, dan pengelolaan uang tunai.

Direktur Utama MonetaPay, Vista Octarensa mengatakan, pihaknya saat ini telah melayani lebih dari 1.000 pelaku usaha dan terhubung dengan lebih dari 140 bank di Indonesia.

“Digitalisasi bukan sekadar memindahkan transaksi ke platform non-tunai, tetapi bagaimana MonetaPay dapat mempermudah pencatatan keuangan, meningkatkan keamanan transaksi, dan membuka akses finansial yang lebih luas bagi para pedagang pasar tradisional,” ujar Vista.

Sementara itu, Manalogi bertugas merancang dan mengembangkan aplikasi INKOPPAS Link agar dapat digunakan dalam ekosistem koperasi dan pasar.

Proyek percontohan di KOPPAS Cibubur menjadi tahap awal untuk menguji penggunaan aplikasi sekaligus menyempurnakan sistem sebelum diperluas ke koperasi pedagang pasar lainnya.

Dengan demikian, digitalisasi pasar rakyat tidak hanya diarahkan untuk mengubah transaksi tunai menjadi nontunai, tetapi juga membangun ekosistem digital yang dapat membantu pedagang meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, dan mengikuti perkembangan ekonomi digital.