Toshiba Dapat Kontrak Penyediaan "GeoportableTM" untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dieng

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 15 Oktober 2019 - 12:33 WIB

Pembangkit listrik ini dikembangkan oleh PT. Geo Dipa Energi (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang energi panas bumi.
Pembangkit listrik ini dikembangkan oleh PT. Geo Dipa Energi (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang energi panas bumi.

INDUSTRY.co.id, Kawasaki, Jepang— Toshiba Energy Systems & Solutions Corporation (Toshiba ESS) pada Selasa (15/10/2019)  sukses  mendapatkan kontrak dari PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT), sebuah perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia, untuk memasok satu set turbin uap dan generator bagi PLTP Skala Kecil Dieng yang berlokasi di Jawa Tengah.

Pembangkit listrik ini dikembangkan oleh PT. Geo Dipa Energi (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang energi panas bumi. Toshiba ESS memulai pekerjaan desain dan rekayasa untuk cakupan pasokan. Pembangkit listrik ini dijadwalkan akan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Maret 2021.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil 10 MW ini akan dibangun di dataran tinggi Dieng dan berlokasi di dekat PLTP Dieng Unit 1, yang telah beroperasi sejak 2002. Untuk pembangkit listrik baru ini, Toshiba ESS akan memasok "Geoportable™".

"Geoportable™" adalah sistem pembangkit listrik kompak yang dikembangkan oleh Toshiba ESS bagi pembangkit listrik panas bumi skala kecil dengan output mulai dari 1 MW hingga 20 MW. Sistem ini menggunakan teknologi mutakhir, misalnya, material tahan gas korosif terbaik, yang sangat penting untuk turbin uap panas bumi, dan desain unik jalur uap, dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja dan keandalan yang tinggi.

Selain itu, dengan desainnya yang ringkas, "GeoportableTM" dapat dipasang bahkan di area yang terbatas di mana sistem pembangkit tenaga listrik panas bumi konvensional biasanya tidak cukup. "Geoportable™" terdiri dari beberapa komponen standar yang telah dirakit sebelumnya pada skid* di pabrik, memungkinkan waktu pembuatan dan pemasangan yang lebih pendek. Faktor-faktor ini dipertimbangkan dan dievaluasi secara positif selama proses seleksi.

Indonesia diperkikaran mempunyai sumber energi panas bumi mencapai 29.500 MW, yang merupakan nomor dua terbanyak di dunia. Menurut “Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN Tahun 2019 hingga 2028”, pembangkit listrik tenaga panas bumi baru yang direncanakan untuk dikembangkan hingga tahun 2028 mencapai 4.600 MW. Selain itu, sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi yang kompak sangat dinanti untuk menggantikan genset, yang biasa digunakan di banyak pulau di Indonesia.

Takao Konishi, Direktur dan Senior Wakil Presiden Divisi Sistem Daya di Toshiba ESS, berkomentar, “Kami dapat menawarkan berbagai sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi dari 1 MW hingga 200 MW. Di Indonesia, Toshiba ESS telah memasok sistem pembangkit listrik panas bumi skala besar dengan output agregat sebesar 239 MW untuk PLTP Sarulla, pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia, dan PLTP Patuha. Dengan peluang baru ini, kami akan mendorong "Geoportable™" sebagai tambahan bagi tipe skala besar, dan terus berkontribusi dalam mewujudkan pasokan listrik yang stabil di Indonesia dengan menyediakan sistem pembangkit listrik mutakhir kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. "

Toshiba Energy Systems & Solutions Corporation adalah penyedia terkemuka solusi energi terintegrasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang panjang dalam berbagai sistem pembangkit tenaga listrik dan transmisi serta teknologi manajemen energi, perusahaan ini memberikan solusi energi yang inovatif, andal, dan efisien di seluruh dunia. Terpisah dari Toshiba Corporation (TOKYO: 6502) pada bulan Oktober 2017.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 06 Juli 2020 - 16:25 WIB

Terima Kasih Pak Jokowi, Industri Keramik Sudah Nikmati Harga Gas Baru

"Tentunya dengan stimulus harga gas baru ini, Asaki bisa lebih agresif memanfaatkan peluang pasar di kawasan ASEAN dan peluang baru untuk pasar Australia yang selama ini dikuasai produk keramik…

BRI AGRO

Senin, 06 Juli 2020 - 16:20 WIB

BRI AGRO Siapkan Dana Buy Back Saham Perseroan

Emiten PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) berencana melakukan kembali saham perseroan yang telah dikeluarkan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Suryani Motik KADIN dan Angga Prawira HIPMI

Senin, 06 Juli 2020 - 16:18 WIB

Kinerja OJK Bikin Geleng-geleng, KADIN dan HIPMI: Fasilitas dan Gaji Mereka Hotel Bintang 5, Tapi Layanan Bak Hotel Melati

"Padahal fasilitas dan gaji yang mereka dapatkan bagai hotel bintang 5, tapi layanan yang diberikan bak hotel melati tanpa bintang," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI)…

Prajurit Satgas Yonif 754 Membagikan Paket Bahan Makanan Kepada Masyarakat Kampung Nayaro Distrik Mimika Baru

Senin, 06 Juli 2020 - 16:10 WIB

Prajurit Satgas Yonif 754 Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Nayaro

Prajurit Komando Taktis (Kotis) Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad semangat membagikan paket bahan makanan kepada masyarakat Kampung Nayaro Distrik Mimika…

Wujud kalung anti-virus corona buatan Balitbangtan Kementan RI. (Detik.com)

Senin, 06 Juli 2020 - 16:03 WIB

Heboh Klaim Kementan tentang Kalung Anti Corona dan Membunuh 42% Virus

Jakarta-Klaim Kementerian Pertanian tentang kalung eucalyptus (kayu putih) yang mampu membunuh 42% virus perlu ditanggapi dengan kritis. Apalagi ada upaya untuk melakukan produksi secara massal…