Lewat IGDS 2019, Kemenperin Lahirkan Produk Industri Berkualitas Tinggi

Oleh : Ridwan | Senin, 14 Oktober 2019 - 18:15 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih saat memberikan penghargaan kepada pemenang IGDS 2019 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih saat memberikan penghargaan kepada pemenang IGDS 2019 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong ekosistem industri kreatif Indonesia agar menghasilkan produk-produk dengan desain berkualitas. Hal ini guna meningkatkan citra positif produk Indonesia di dalam dan khususnya di luar negeri.

Untuk itu, Kemenperin menggelar Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019 dengan mengusung tema “Indonesian Design Goes Global” yang menantang para desainer produk-produk industri dalam negeri.

"Era perdagangan bebas telah menimbulkan persaingan antara produk dalam negeri dengan produk-produk dari negara maju maupun negara – negara berkembang. Dalam persaingan global saat ini maka tidak ada kata lain selain daya saing yang harus terus ditingkatkan," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin. (14/10).

Menperin menyampaikan, produk yang mampu bersaing secara global adalah produk yang mengedepankan nilai-nilai inovatif, kreatif, berkualitas, dan orisinal, yang salah satunya dapat direpresentasikan dalam suatu desain. Menurutnya, desain merupakan elemen penting yang mampu memberikan nilai tambah suatu produk, baik dari sisi penampilan maupun fungsi. Dengan desain yang baik (Good Design), suatu produk akan memiliki daya saing dan daya tarik yang lebih baik di mata konsumen.

Ia memaparkan, Indonesia adalah Negara yang memiliki ragam budaya yang sangat kaya. Hal tersebut merupakan potensi dan modal utama dalam pengembangan Ekonomi Kreatif. 

Berdasarkan Survei Khusus Ekonomi Kreatif yang dilakukan oleh BPS dan Bekraf, produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif naik setiap tahunnya, dimana PDB Ekraf tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp1.105 triliun atau naik sebesar 10% dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar pada subsektor kuliner (41,69%), fesyen (18,15%) dan kriya/craft (15,70%). 

Peningkatan juga terjadi pada aspek Tenaga Kerja. Menurut data tahun 2016, sebanyak 16,91 juta orang bekerja di sektor Ekonomi Kreatif, naik sebesar 5,95% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor sektor Ekonomi Kreatif juga cukup menjanjikan, yaitu mencapai USD19,99 milyar atau sekitar 13,77% dari nilai ekspor nasional dengan tiga negara tujuan ekspor utama yaitu Amerika Serikat (31,72%), Jepang (6,74%), dan Taiwan (4,99%).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang IGDS 2019, seraya berharap penghargaan ini menjadi pemicu atau dorongan untuk berkreasi lebih baik. 

"Secara khusus kepada penerima penghargaan Grand Award dan Best Three, yang akan mendapatkan kesempatan mengikuti workshop di Taiwan, saya berharap Saudara melalui kesempatan ini dapat menambah wawasan baru mengenai desain-desain yang berwawasan global serta memperluas jejaring dalam rangka membangun kesuksesan bisnis," ungkap Airlangga.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Gati Wibawaningsih menyampaikan Penyelenggaran IGDS mengalami peningkatan antusiasme tiap tahunnya, dengan rincian jumlah pendaftar 3 (tiga) tahun terakhir adalah 99 produk pada 2016, 243 produk pada 2017 dan 333 produk pada 2019.

Adapun 333 produk yang dilombakan pada IGDS 2019 telah melalui Penjurian Tahap I, pada tanggal 19-20 September 2019; Penjurian Tahap II, pada tanggal 2-3 Oktober 2019; dan Penjurian Tahap III yang dilaksanakan bersamaan dengan IGDS Awards, pada 14 Oktober 2019.

"Tim juri IGDS 2019 berasal dari perwakilan asosaisi terkait, praktisi desain produk dan pemerhati tren pasar serta perwakilan Kementerian Perindustrian, termasuk Menteri Perindustrian Bapak Airlangga Hartarto," ujar Gati.

IGDS Award 2019 merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pemberian Penghargaan Desain Terbaik Indonesia / Penghargaan IGDS 2019 yang ditujukan bagi para desainer yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas produk industri nasional.

"Dengan adanya program IGDS Awards 2019, diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, namun akan menjadi gerakan yang dapat meningkatkan citra positif bangsa melalui produk-produk Indonesia yang inovatif dengan kualitas desain yang baik," tutup Gati.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pupuk Indonesia Serahkan Ruang Training Center Kampus ITS Surabaya

Jumat, 15 November 2019 - 12:00 WIB

Pupuk Indonesia Serahkan Ruang Training Center Kampus ITS Surabaya

PT Pupuk Indonesia (Persero) secara resmi melakukan serah terima bantuan renovasi ruang Training Center Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Gedung Riset Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember…

Pelindo 1 Tanda Tangani HOA Optimalisasi Pelabuhan Kula Tanjung

Jumat, 15 November 2019 - 11:40 WIB

Pelindo 1 Tanda Tangani HOA Optimalisasi Pelabuhan Kula Tanjung

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersama Port of Rotterdam Authority dan Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co, Ltd. menandatangani Head of Agreement (HoA)…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 15 November 2019 - 11:32 WIB

Kepada Mahasiswa Teknik Sipil, Menteri Basuki Berpesan Fokus Tingkatkan Kompetensi Teknis

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memotivasi ratusan mahasiswa teknik sipil dari berbagai Perguruan Tinggi yang hadir pada acara Campus Goes to PUPR di Gedung…

Bank Bukopin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 15 November 2019 - 10:57 WIB

Bank Bukopin Gelar Program Buy 1 Get 1 Nonton Charlie’s Angels

Denpasar – Bank Bukopin hari ini menggelar program nonton bareng (Nobar) film ‘Charlie’s Angels’ di 7 kota dengan promo Buy 1 Get 1 (senilai Rp1,-) untuk pembayaran menggunakan aplikasi…

Jalan Margonda Depok

Jumat, 15 November 2019 - 10:05 WIB

Tahun Depan, Jalan Margonda, Daan Mogot dan Kalimalang Bakal Berbayar

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan sistem jalan berbayar  atau electronic road pricing (ERP) pada tahun 2020. Pada tahap awal, jalan berbayar akan diterapkan…