Kementerian PUPR Ajak Pemangku Kepentingan Tingkatkan Kontribusi Pengelolaan SDA

Oleh : Hariyanto | Minggu, 13 Oktober 2019 - 15:33 WIB

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti

INDUSTRY.co.id - Malang - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama mengelola Sumber Daya Air (SDA) dari hulu ke hilir, termasuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. Hal tersebut merupakan bagian dari sistem Manajemen SDA Terintegrasi sesuai amanat Undang-Undang (UU) SDA yang baru disahkan DPR RI pada September 2019 lalu.

"Manajemen SDA Terintegrasi/Integrated Water Resources Management (IWRM) merupakan pendekatan baru dari pengembangan pengelolaan SDA yang memperhatikan lingkungan. Tujuannya adalah pengelolaan SDA dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan konsep ramah lingkungan untuk menciptakan pemanfaatan air yang berkelanjutan bagi kesejahteraan publik," kata Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada International Conference of Water Resources Development and Environmental Protection di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (12/10/2019).

Anita mengatakan, Manajemen SDA Teintegrasi mensyaratkan metode yang berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai entitas utamanya. Untuk itu menurutnya Balai Besar/Balai Wilayah Sungai Kementerian PUPR dan Perum Jasa Tirta (PJT)  yang  merupakan River  Basin  Organization  (RBO) adalah  ujung  tombak  dalam  penyelenggaraan  pengelolaan  SDA  di  wilayah  sungai, dengan dibantu Pemerintah Daerah dan masyarakat yang tergabung dalam komunitas sungai.

"Untuk memastikan pengelolaan SDA yang lebih baik, Pemerintah Indonesia telah membagi menjadi 128 DAS di seluruh Indonesia, yang dibagi kewenangan pengelolaannya antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah," kata Anita.

Dikatakan Anita, saat ini kapasitas tampungan air di seluruh Indonesia sekitar 14 miliar m3/tahun. Dari kapasitas tersebut hanya mampu mengairi sawah irigasi sebanyak 11% dari total 7 juta hektar lahan irigasi yang di Indonesia. Untuk itu hingga tahun 2018, sebanyak 56 bendungan sudah dalam tahap konstruksi dimana 15 bendungan diantaranya sudah selesai. Tahun 2019 ini beberapa bendungan yang akan dibangun antara lain Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara, Jragung di Jawa Tengah, dan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat.

Rampungnya 65 bendungan pada tahun 2023/2024 yang akan datang akan menambah luas lahan pertanian yang mendapat suplai irigasi premium atau irigasi dari air bendungan menjadi 19%-20%. Disamping itu kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. 

"Selain itu, antara 2014 hingga 2018, juga telah dibangun 865.393 hektare (Ha) jaringan irigasi baru, 2,65 juta Ha rehabilitasi jaringan irigasi, serta 945 buah waduk berkapasitas kecil. Angka tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun 2019," ujar Anita.

Kementerian PUPR sejak tahun 2016 secara bertahap juga telah melaksanakan kegiatan revitalisasi 10 danau dari 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani. Revitalisasi danau bertujuan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air melalui pengerukan, pembersihan gulma air/eceng gondok, pembuatan tanggul, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai.

Sepuluh danau yang sedang ditangani oleh Kementerian PUPR, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau di Sumatera Barat, Danau Kerinci di Jambi, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, Danau Kaskade Mahakam di Kalimantan Timur, Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Danau Poso di Sulawesi Tengah, serta Danau Sentani di Papua.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Jumat, 22 November 2019 - 20:50 WIB

Sederet Strategi Pemerintah Pacu Investasi dan Daya Saing Industri

Pemerintah terus mendorong peningkatan investasi sektor industri di Tanah Air. Adapun jenis sektor-sektor manufaktur yang dibidik, antara lain industri yang menghasilkan produk substitusi impor,…

Projeck WSBP

Jumat, 22 November 2019 - 20:04 WIB

Proyek KLBM WSBP Dukung Program Strategis Nasional Pemerintah

Jakarta - Proyek Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) merupakan proyek nasional pemerintah untuk mempercepat akses transportasi di Pulau Jawa serta mendukung peningkatan dan pemerataan perekonomian…

PWI menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Jumat, 22 November 2019 - 19:07 WIB

Budi Karya Sumadi Usulkan Acara Puncak Hari Pers Nasional 2020 di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

Dengan sumber daya alam kalsel seperti penghasil Batubara seperti sawit dan berbagai potensi lainya, menurut Menhub akan berperan cukup vital bagi perekonomian di pusat pemerintahan nanti.

BRI adakan santripreneur

Jumat, 22 November 2019 - 17:39 WIB

BRI Gelar Santripreneur

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Yayasan Santripreneur Indonesia menggelar program Santripreneur, pelatihan kepada 350 Santri dan Santriwati di Yogyakarta,…

Pegadaian jalin kerjasama dengan Bank BTN

Jumat, 22 November 2019 - 17:11 WIB

Pegadaian Jalin Kerjasama dengan Bank BTN, Mudahkan Nasabah Dalam Layanan Pendaftaran Haji

PT Pegadaian (Persero) melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) dalam rangka wujudkan sinergi bisnis antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN).