BNI Syariah Raih Best Performance Bank Syariah

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 21 September 2019 - 09:38 WIB

BNI Syariah. (Foto: IST)
BNI Syariah. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - BNI Syariah meraih dua penghargaan di acara Bisnis Indonesia Financial Awards 2019 yaitu The Best Performance Bank dan The Best CEO kategori Bank Syariah. Hadir menerima penghargaan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo di Dian Ballroom, Raffles Hotel, Jakarta, Jumat (20/9).

Turut hadir Pemimpin Divisi Kesekretariatan dan Komunikasi Perusahaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari.

Kriteria penilaian The Best Performance Bank berdasarkan melalui rasio perbankan diantaranya adalah rasio permodalan (CAR), rasio pembiayaan bermasalah (NPF), rasio likuiditas (LFR), rasio profitabilitas (RoA), pertumbuhan DPK, dan pertumbuhan pembiayaan. Laporan keuangan yang digunakan sebagai basis data adalah periode tahun 2016 hingga tahun 2018.

Untuk kriteria The Best CEO kategori bank syariah, didasarkan pada pertumbuhan kinerja BNI Syariah yang diatas rata-rata industri perbankan syariah sejak tahun 2017. Pencapaian ini terus berlanjut hingga kuartal II tahun 2019, dimana aset dan pembiayaan mengalami kenaikan sebesar dua digit secara tahunan atau year on year (yoy).

Abdullah Firman Wibowo mengatakan, “Hingga saat ini, BNI Syariah terus mampu menunjukkan kinerja yang positif. Sampai kuartal II tahun 2019, total aset BNI Syariah mencapai Rp 42,49 triliun naik 12,5% yoy dan total pembiayaan sebesar Rp 31,66 triliun, tumbuh 26.03% yoy. Dalam 6 tahun terakhir (2013-2018), CAGR (Compund Annual Growth Rate) beberapa indikator kinerja BNI Syariah lebih baik dibanding industri perbankan syariah”.

“Penghargaan yang diterima BNI Syariah berkat dukungan dan kepercayaan dari seluruh stakeholders dan memotivasi kami untuk terus menjadi yang terdepan di industri dan memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat sebagai Hasanah Banking Partner,” lanjut Firman.

Bisnis Indonesia Financial Award 2019 (BIFA) merupakan penghargaan yang diberikan oleh Harian Bisnis Indonesia kepada lembaga keuangan di Indonesia, meliputi perbankan, asuransi, dan multifinance.

Penyelenggaraan BIFA 2019 merupakan ketiga kalinya setelah evolusi dari acara tahunan Bisnis Banking Award (BIBA) yang sebelumnya hanya memberikan penghargaan kepada bank yang paling efisien dan memiliki kinerja terbaik, dan Bisnis Indonesia Insurance Award (BIIA) untuk asuransi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Rabu, 03 Juni 2020 - 20:20 WIB

Perubahan Postur APBN 2020, Jokowi: Harus Dijaga, Transparan, Hati-hati Moral Hazard

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Perubahan Postur APBN Tahun 2020 pada Rabu (3/6/2020) melalui rapat terbatas secara virtual di Jakarta.…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Rabu, 03 Juni 2020 - 19:21 WIB

Beredar Kabar Anies Perpanjang PSBB, Mal di Jakarta Batal Dibuka, Ini Penjelasan Pemprov

Pemprov DKI Jakarta kembali menegaskan bahwa Mal belum diizinkan beroperasi di Jakarta. Sebelumnya tersiar informasi yang menyebutkan pusat perbelanjaan atau mal akan dibuka kembali pada 5 dan…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:52 WIB

Sah! Pemerintah Gelontorkan Rp677,2 Triliun Dana Covid-19, Ini Rinciannya...

Seusai rapat terbatas dengan Presiden melalui video conference, di Jakarta, pada rabu (3/6/2020), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa total anggaran untuk penanganan…

Taralite

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:42 WIB

Fintech P2P Lending Taralite Raih Izin Usaha Dari Otoritas Jasa Keuangan

Dengan adanya izin dari OJK tersebut, perusahaan yang merupakan bagian dari Grup OVO yang sebelumnya berstatus “Terdaftar” di OJK, kini meningkat menjadi perusahaan P2P Lending berlisensi…

Chief Credit Officer & Co-Founder, Christopher Gultom

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:20 WIB

Sambut New Normal, Akseleran Siapkan Strategi Mitigasi Risiko Kredit

Menyambut New Normal, Akseleran menyiapkan sejumlah strategi untuk memitigasi risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) guna mendukung kebangkitan perekonomian nasional.