Kemenperin Beberkan Mahalnya Ongkos Logistik Mebel di Indonesia

Oleh : Ridwan | Rabu, 11 September 2019 - 13:05 WIB

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Meski pemerintah mengklaim pasar ekspor mebel dan produk olahan kayu Indonesia terbuka, namun sejumlah kendala di dalam negeri guna mengakselerasi ekspor masih ditemui. Salah satunya adalah ongkos angkut dan logistik mebel yang mahal.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih mengatakan, pasar ekspor mebel Indonesia merupakan kelas premium yang berada di kawasan Amerika dan Eropa. Hanya saja, jarak pengiriman produk yang jauh itu belum diimbangi dengan biaya logistik yang sepadan.

"Kalau dibandingkan dengan Cina dan Vietnam (sebagai produsen), kita itu jarak angkutnya enam jam lebih jauh. Masalahnya, logistik kita masih mahal," kata Gati di Jakarta (11/9).

Meski begitu, Gati menegaskan, secara kualitas dan harga produk mebel Indonesia sangat berdaya saing. Indikasinya, untuk beberapa produk mebel dan produk olahan kayu permintaan ekspor terus berjalan meski terjadi penurunan ekspor pada tahun ini.

Berdasarkan catatan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), ekspor kayu olahan pada kuartal I 2019 mencapai 5,58 miliar dolar AS. Angka tersebut turun sebesar 5,63 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 5,91 miliar dolar AS.

Jika diperinci, penurunan nilai ekspor tersebut berasal dari ekspor furnitur sebesar 695,2 juta dolar AS atau turun sebesar 0,31 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 697,3 juta dolar AS. Ekspor panel tercatat 1,05 miliar dolar AS atau turun sebesar 16,32 persen di periode yang sama tahun lalu sebesar 1,25 miliar dolar AS.

Ekspor veener juga mengalami penurunan. Tercatat di kuartal I 2019 ekspor tersebut hanya mencapai 48,50 juta dolar AS atau turun sebesar 9,10 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 53,30 juta dolar AS.

Menurut Gati, penurunan ekspor tersebut salah satunya disebabkan adanya pelemahan serta pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Gati menyebut faktor itu menjadi salah satu penghambat terbesar ekspor mebel, furnitur, dan produk olahan kayu.

"Statistik di tahun-tahun sebelumnya ekspornya kan bagus, ya jadi memang kondisi ekonomi global sangat mempengaruhi kinerja ekspornya," ungkapnya.

Gati membeberkan, peluang pasar produk mebel dan kayu olahan Indonesia selain di Amerika dan Eropa juga terbuka di pasar-pasar non-tradisional. Hanya saja, industri saat ini perlu menyesuaikan persyaratan nontarif yang diberlakukan negara-negara tujuan ekspor terutama yang berada di kawasan Amerika dan Eropa.

Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) yang menjadi persyaratan di pasar premium itu dinilai ketat. Sehingga penyesuaian dari industri, kata dia, meliputi persiapan teknis dan prosedur verifikasi kayu dan penyesuaian dengan cuaca dan iklim di negara ekspor tujuan.

"Kami sedang bangun material center, karena kalau kayunya tidak dikondisikan dengan cuaca di sana, nanti begitu kami produksi di sini lalu dibawa ke sana jadi aneh dan rusak," ujarnya.

Untuk itu sejauh ini Kemenperin, kata Gati, telah banyak memfasilitasi industri dengan bantuan pemberian oven. Peralatan teknis tersebut nantinya dapat menyesuaikan SVLK yang disyaratkan tersebut.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vaksin Covid-19 (ist)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 01:15 WIB

Masyarakat RI Minta Doanya, 1.620 Relawan Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Sebanyak 1.620 relawan akan mengikuti uji klinis dari calon vaksin COVID-19 Sinovac buatan Tiongkok. Pelaksanaan uji vaksin itu akan dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran,…

Dirjen Bimas Katolik RI Yohanes Bayu Samodro

Selasa, 11 Agustus 2020 - 01:13 WIB

Dipilih Jokowi! Ini Sosok Dirjen Bimas Katolik RI Yohanes Bayu Samodro

Jakarta, Presiden Jokowi akhirnya memilih Yohanes Bayu Samodro menjadi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama yang baru. Yohanes Bayu dipilih menjadi Dirjen Bimas Katolik melalui sistem lelang…

CSR ONDA di MONAS

Senin, 10 Agustus 2020 - 23:39 WIB

Bersihkan Monas! Cara Keren ONDA Menginspirasi Semangat Perjuangan Rakyat

Jakarta - Sebentar lagi Indonesia akan merayakan HUT RI ke‐75, dengan tema "Indonesia Maju". Suatu slogan singkat yang menggambarkan mentalitas dan keyakinan bangsa kita ditengah perjuangan…

Ilustrasi Palu Hakim (Foto Ist)

Senin, 10 Agustus 2020 - 23:22 WIB

Terus Berjuang! Alumni Kanisius & FEUI 1983 Harapkan Keadilan

Jakarta ̶ Sidang perkara tuduhan Tindak Pidana Perbankan terhadap mantan direksi dan karyawan Bank Permata bergulir semakin jelas. Sejak minggu lalu, sidang berlangsung dengan mendengarkan…

Ilustrasi pekerja yang dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 10 Agustus 2020 - 22:44 WIB

BPJAMSOSTEK Ungkap Progres Pengumpulan Rekening Penerima Bantuan Rp600 Ribu

BPJAMSOSTEK - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dengan ketentuan penerima…