Kementan Bantu Karanganyar Mitigasi Kekeringan Dengan Gerakan Tanam

Oleh : Wiyanto | Rabu, 11 September 2019 - 10:53 WIB

Petani tanam serempak di Kemarau
Petani tanam serempak di Kemarau

INDUSTRY.co.id - Jateng - Kementerian Pertanian (Kementan) terus membantu petani di sejumlah daerah yang terkena dampak kekeringan. Mitigasi kekeringan yakni melalui Gerakan Tanam, seperti yang dilakukan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Warjito menjelaskan Kementan telah melakukan Gerakan Tanam pada tanggal 7 September beberapa hari lalu di 4 kecamatan, Kabupatan Karanganyar seluas 500 ha. Ini merupakan langkah strategis yang dilakukan Kementan untuk memastikan petani tetap bisa tanam dan panen di setiap musim.

"Petani Karanganyar telah melakukan gerakan pompanisasi dan olah tanah (GPOT, red). Hal ini dilakukan untuk mendorong produktivitas pertanian padi di Kabupaten Karanganyar pada musim kemarau," demikian dikemukakan Warjito yang juga selaku Koordinator Gerakan Tanam padi di Desa Suruh Kalang, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Rabu (11/9/2019).

Warjito menekankan gerakan tanam yang merupakan langkah nyata Kementan ini sangat strategis karena diperkirakan tanaman padi akan dipanen pada bulan Desember 2019. Di mana, saat itu termasuk bulan paceklik padi karena baru memasuki masa tanam pertama 2019/2020.

"Jadi kita berharap nantinya tidak ada lagi cerita stok beras kurang," tegasnya.

Warjito menambahkan untuk mensukseskan program GERTAM harus ada koordinasi dan dukungan dari daerah. Kepala Dinas silakan berkoordinasi dengan pihak Ditjen Tanaman Pangan.

"Pada pokoknya Ditjen Tanaman Pangan siap mendukung dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Karanganyar," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, mengungkapkan manfaat bantuan Kementan yang dirasakan petani. Bantuan benih dan pompa sangat membantu petani untuk bisa tanam di musim kemarau.

"Mewakili petani khususnya desa Suruh Kalang, saya sampaikan terima kasih kepada Kementan atas bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat Karanganyar,” ujarnya.

Menurut Supramnaryo, penanaman padi gogo sawah juga mampu menambah luas tambah tanam dalam rangka pengamanan produksi pada saat kemarau. Oleh karena itu, produksi padi di Karanganyar walaupun musim kemarau dipastikan aman.

Dengan adanya langkah strategis Kementan ini, kami optimis produktivitas padi tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan nasional,” pungkasnya.

Perlu diketahui, data Kementan menyebutkan capaian luas tambah tanam padi nasional periode Oktober 2018-Agustus 2019 sebesar 15,2 juta hektar meningkat dibanding periode sama di tahun sebelumnya sebesar 14,9 juta hektar. Bahkan, target Kementan pertanaman padi bulan September perlu dioptimalkan seluas 1,7 juta hektar sehingga dapat berkontribusi pada produksi 2019.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI Syariah. (Foto: IST)

Rabu, 13 November 2019 - 22:21 WIB

BNI Syariah Catat Empat Kesepakatan Bisnis di Pembukaan ISEF 2019

Jakarta - BNI Syariah mencatatkan empat kesepakatan bisnis dalam acara business matching pada pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11) dihadiri…

Direktur Risk Management and Compliance Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasa dengan Direktur Utama PT Modern Industrial Estat Pascall Wilson

Rabu, 13 November 2019 - 21:52 WIB

Bentuk Kawasan Halal, Mandiri Syariah Gandeng Modern Industrial Estat

Jakarta—PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menandatangani kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Modern Industrial Estat, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk. Mou…

Direktur Utama PT Modern Industrial Estat Pascall Wilson bersama Direktur Managemen Resiko & Kapatuhan Bank Syariah Mandiri Putu Rahwidhiyasa, Direktur Bisnis SME & Komersial PT Bank BNI Syariah Dhias Widhiyati, Direktur Bisnis Komersial PT Bank BRI Syariah Kokok Alun Akbar, Chief Corporate Banking Officer PT Bank Muamalat Indonesia Irvan Y. Noor, serta Managing Director Barakah Halal Hub Taiwan Nurundin N.H Ting seusai penandatanganan perjanjian kerja sama

Rabu, 13 November 2019 - 20:00 WIB

PT Modern Industrial Estat Teken MoU dengan 4 Bank Syariah dan Barakah Taiwan Halal Hub

PT Modern Industrial Estat menjalin kerja sama dengan empat Bank Syariah di Indonesia serta Barakah Taiwan Halal Hub, yang merupakan sebuah kawasan yang memproduksi produk-produk halal terbesar…

Sistem pengolahan sampah terpadu

Rabu, 13 November 2019 - 19:30 WIB

Tangani Masalah Sampah Plastik, Inaplas Dorong Pengembangan Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industru Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengakui bahwa hingga saat ini, sistem pengolahan sampah di Indonesia masih bekum sempurna.

Ilustrasi industri Kosmetik (Foto ist)

Rabu, 13 November 2019 - 17:35 WIB

Serap 675 Tenaga Kerja, Pelaku Industri Kosmetik Dalam Negeri Terus Tumbuh

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa pelaku industri kosmetik dalam negeri terus bertumbuh hingga 153 perusahaan, sehingga total saat ini mencapai lebih dari 760 perusahaan.