INDUSTRY.co.id - Jakarta - Belakangan media sosial dan berita dipenuhi dengan kabar rencana pindahnya ibu kota negara Indonesia. Beragam komentar muncul terkait kabar tersebut, baik itu dari pihak pro maupun kontra.

Advertisement

Kendati demikian, perpindahan ibu kota sudah menjadi rencana yang sudah eksis sejak lama, bahkan sudah jadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Wacana ini telah hadir bahkan sejak pemerintahan Ir. Soekarno, sempat terlupakan dan baru digaungkan kembali pada era Presiden Jokowi.

Mengingat hal tersebut, pemindahan ibu kota tentu menimbulkan banyak pandangan pro dan kontra serta tentunya akan menghadirkan konsekuensi yang besar pada sektor-sektor strategis negara, dari mulai stabilitas politik dan pemerintah, kesiapan anggaran negara, kesenjangan ekonomi, permasalahan sosial hingga dampak lingkungan.

Advertisement

Oleh karena itu dalam insight kali ini Kazee berupaya melakukan pemaparan dengan menyajikan data-data strategis yang beredar pada jagat maya terkait dengan pemindahan ibu kota.

Sumber data dihimpun dalam sistem Kazee dari berbagai platform media online dengan jumlah 5344 sumber lokal, 846 sumber nasional dan 1118 sumber internasional. Insight ini disusun dengan tujuan untuk memetakan arus data yang beredar terkait isu-isu strategis yang berhubungan dengan pemindahan ibu kota.

Advertisement

Data-data yang disajikan disusun berdasarkan hasil pengolahan big data yang dikurasi secara komprehensif mengikuti dinamika isu terkait pemindahan ibu kota dengan periode waktu 1 April 2019 - 25 Agustus 2019.

"Topik terkait pemindahan Ibu Kota akan memicu pro dan kontra, dalam Media Analytics sendiri bisa dipetakan bahwa arus pemberitaan di media massa daring cenderung positif, sedangkan di media sosial pemberitaan cenderung negatif karena sifatnya opini personal warganet itu sendiri. Sehingga, terlihat adanya perbedaan sentimen dari media massa daring dan sosial media dalam melihat isu ini," tutur Ariya Sanjaya, CEO PT Kazee Digital Indonesia kepada Industry.co.id baru-baru ini.

Advertisement

Dari 34.913 total data yang didapat, Twitter menjadi platform dengan presentase terbanyak yaitu 23.806 data, News 7.707 data, Facebook 1.978 data, Youtube 937 data dan Instagram 485 data.

Berbicara tentang sentimen, dalam portal berita terdapat 5.140 sentimen positif, 1.951 sentimen negatif, serta 616 netral. Sementara di Twitter, terdapat 9.752 sentimen positif, 10.232 sentimen negatif dan 4.989 netral. Berikut beberapa contoh sentimen positif dan negatif di platform Twitter.

"Saatnya kita sebagai rakyat Indonesia mendukung pemerintah untuk mewujudkan ibu kota baru yang lebih baik. #Bappenas #IbuKotaBaru," cuitan Positif dari akun bernama Dinarr.

"Kalau cuma pindah ibu kota tapi pola pikir masih sama ya tetep aja berantakan yg penting rubah pola hidup masyarakat #BisaNgurusNegaraGakSih," cuitan Negatif dari akun bernama Achmad Fatoni.

Ada beberapa kata kunci atau tagar populer yang muncul di media sosial, seperti #Jokowi #Bappenas #IbuKotaBaru #DKIJakarta. Sementara untuk isu yang berkembang di portal berita dan media sosial adalah sebagai berikut.

1. Jokowi mengatakan 25% Dana ibu kota baru dari APBN dan sisanya didanai oleh stakeholder.

2. Muncul usul pembentukan Badan Pengelola Ibu Kota Negara.

3. Rencana pemindahan ibu kota jadi kabar positif bagi emiten yang bergerak pada sektor property.

4. Emiten dan Pemerintah diminta pelajari tekstur tanah Kalimantan.

5. Pemindahan Ibu Kota Indonesia ditargetkan terealisasi di 2045.

6. Pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru rencananya akan dilakukan dengan konsep Forest City.

7. PLN Kalimantan siapkan jaringan underground untuk Pemindahan ibu kota negara.

8. Munculnya nama Kecamatan Samboja, Kalimantan Timur yang dianggap sangat memungkinkan menjadi lokasi ibu kota baru.

9. Pidato Jokowi soal pemindahan ibu kota disoroti media asing, Qatar Hingga China.

10.Sejumlah perusahaan mulai membangun pabrik di Kalimantan Timur, salah satunya PT. Waskita Beton Precast.

11. Bukit Soeharto dicoret dari daftar ibu kota baru.

12. Prabowo mengaku wacana pemindahan ibu kota merupakan perjuangan Gerindra sejak 2014.