INDUSTRY.co.id - Jakarta, Langkah itu bermula dari tanah Papua Barat Daya, dari sebuah mimpi yang tumbuh dalam doa keluarga dan ditempa oleh perjalanan panjang penuh disiplin. 

Empat tahun menjalani pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengantarkan Jhosua Faitri Ick pada sebuah momen yang akan dikenangnya sepanjang hidup: berdiri di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Momen bersejarah itu berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, pelantikan Pamong Praja Muda dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Di hadapan ribuan purna praja, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan hakikat dari tugas seorang aparatur negara.

"Rakyat membutuhkan, bahkan rakyat menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Jhosua, pelantikan oleh kepala negara bukan sekadar seremoni, melainkan kehormatan yang menjadi kebanggaan bagi seluruh angkatannya.

"Sebelumnya ya kesan yang kami dapatkan yaitu tentunya sangat senang ya. Karena sudah beberapa tahun ke belakang, khususnya IPDN, belum pernah dilantik oleh Bapak Presiden sendiri. Dan kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia karena bisa melantik kami. Itu merupakan kesan yang terbaik bagi angkatan kami," ujar Jhosua Faitri Ick.

Ia mengaku, pesan Presiden mengenai pentingnya melayani masyarakat dengan tulus tanpa membedakan siapa pun akan menjadi pegangan dalam menjalankan amanah sebagai aparatur pemerintah.

Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan rasa syukur yang mendalam dari keluarga. Sang ayah, Martinus Ick, menyaksikan buah dari perjuangan putranya setelah melewati pendidikan yang menurutnya tidak mudah.

"Puji Tuhan. Hari ini kami bersyukur kepada Tuhan. Proses pendidikan selama empat tahun cukup berat. Kami tidak melihat, tetapi kami mengimani bahwa proses perjalanannya cukup berat. Puji Tuhan, hari ini anak kami diwisuda dan kami merasa bersyukur karena Tuhan menggerakkan Bapak Presiden datang untuk melantik anak kami bersama teman-temannya Angkatan 2026," tutur Martinus Ick.

Baginya, kehadiran Presiden secara langsung menjadi penghargaan yang sangat berarti, tidak hanya bagi para lulusan, tetapi juga bagi keluarga yang selama ini mendampingi dari kejauhan melalui doa dan harapan.

"Itu luar biasa. Pengalaman kami pada tahun-tahun sebelumnya hanya dihadiri menteri atau perwakilan. Tapi hari ini Presiden datang langsung. Ini merupakan kehormatan dan penghargaan yang sangat luar biasa bagi kami," katanya.

Perjalanan Jhosua menjadi gambaran bahwa kesempatan mengabdi kepada bangsa dapat lahir dari mana saja, termasuk dari wilayah paling timur Indonesia. 

Kerja keras, kedisiplinan, dan keteguhan hati membawanya menuntaskan pendidikan hingga resmi menyandang status Pamong Praja Muda.

Kini, dengan amanah baru di pundaknya, Jhosua berharap Indonesia terus melangkah menuju cita-cita besar bangsa.

"Mungkin harapan khusus untuk Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, semoga ke depan dapat bekerja lebih baik lagi dan terus membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Itu harapan yang tentunya diinginkan seluruh bangsa Indonesia," ucap Jhosua.