INDUSTRY.co.id

Advertisement

Jakarta - Tidak padamnya permintaan kendaraan CBU ditengah berkecamuknya perang dagang antara AS dan China memberikan sentimen positif pada arus kendaraan CBU ekspor. Kondisi tersebut dirasakan juga oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) dimana arus kendaraan CBU ekspor yang melalui terminal IPCC masih menunjukan peningkatan.

Hingga tengah tahun ini, ekspor kendaraan CBU yang menjadi sumber pendapatan utama perseroan yang melalui terminal IPCC terus bertambah. Pada bulan Juni 2019, jumlah kendaraan CBU yang berada di terminal internasional IPCC sebanyak 26.949 unit atau meningkat 22,43 persen dibandingkan Juni 2018 sebesar 22.012 unit.

Advertisement

Secara akumulasi sejak awal tahun 2019, jumlah kendaraan CBU di terminal internasional naik 7,93 persen menjadi 173.126 unit dari periode yang sama di tahun 2018 sebesar 160.408 unit. Adapun ekspor kendaraan CBU di bulan Juni 2019 sebanyak 18.314 unit, lebih banyak 27,60 persen dibandingkan Juni 2018 sebesar 14.353 unit. Sementara, akumulasi ekspor kendaraan CBU sepanjang semester pertama 2019 turut mengalami peningkatan sebesar 22,89 persen menjadi 135.465 unit dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 110.233 unit. Peningkatan ekspor kendaraan CBU yang terjadi banyak disumbang oleh merk Toyota, Honda, dan Mitsubihi.

Dari sisi import, cenderung melandai bahkan mengalami penurunan. Pada bulan Juni 2019, peningkatan import hanya sebesar 12,74 persen di angka 8.635 unit dari Juni 2018 sebesar 7.659 unit. Sementara itu, secara akumulasi sepanjang tengah tahun pertama ini angka kendaraan CBU import turun 24,94 persen menjadi 37.661 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 50.175 unit. Adanya penurunan ini disebabkan sejumlah pabrikan otomotif telah mampu memproduksi kendaraan CBU dengan kualitas ekspor di dalam negeri sehingga jumlah kendaraan CBU import dapat dikurangi. Dengan kata lain, para pabrikan telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya.

Advertisement

Di sisi lain, yang tidak kalah menarik ialah peningkatan volume kendaraan CBU di terminal domestik. Pada Juni 2019, jumlah kendaraan CBU di terminal domestik berjumlah 9.520 unit atau meningkat 160,18 persen dibandingkan Juni 2018 sebanyak 3.659 unit. Sementara itu, secara akumulasi sepanjang semester pertama tahun ini angka kendaraan CBU di terminal domestik naik 99,32 persen menjadi 58.368 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 29.283 unit. Untuk kendaraan yang diekspor, mayoritas berasal dari brand Toyota (64%), Mitsubishi (18%), dan Suzuki (10%). Sementara itu, dari sisi impor mayoritas berasal dari brand Toyota (34%), Suzuki (20%), dan Mitsubishi (20%).

Sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor utama kendaraan CBU yang melalui IPCC antara lain Filipina dengan kontribusi 31,37 persen; Vietnam 15,75 persen; Arab Saudi 9,35 persen; dan Meksiko 5,83 persen. Adapun kendaraan CBU impor ialah berasal dari sejumlah negara, antara lain Thailand dengan kontribusi 44,77 persen; Jepang 25,91 persen; dan India 19,53 persen.

Advertisement