INDUSTRY.co.id - Bekasi, PT Kaes Sejahtera Mandiri Indonesia mempertegas komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengolahan daging dan sosis. 

Memasuki usia ke-18 pada tahun ini, perusahaan menargetkan perluasan jangkauan pendampingan kepada lebih banyak pelaku usaha melalui penyediaan teknologi, pelatihan, dan layanan purna jual.

Didirikan pada 2007 di Bekasi, Jawa Barat, PT Kaes mencatat telah melayani lebih dari 500 UMKM dan industri rumah tangga pangan di berbagai daerah di Indonesia. 

Menurut perusahaan, masih banyak pelaku usaha menghadapi kendala berupa keterbatasan peralatan produksi serta belum optimalnya standarisasi proses pengolahan, sehingga kapasitas dan kualitas produk belum berkembang secara maksimal.

"Selama ini banyak UMKM masih pakai cara manual. Padahal dengan mesin yang tepat, kapasitas produksi bisa naik 3 kali lipat dan kualitas lebih konsisten," ujar Sugi Widjaja, Direktur PT Kaes Sejahtera Mandiri Indonesia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Kaes tidak hanya berperan sebagai distributor mesin pengolahan pangan, tetapi juga menyediakan layanan konsultasi, pelatihan operator, serta penyediaan suku cadang guna memastikan mesin dapat beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Perusahaan juga merupakan agen resmi sejumlah merek mesin pengolahan pangan internasional, yakni HITEC dari Jepang, JIXIANG dari China, dan KILIA dari Slovakia. 

Melalui kemitraan tersebut, PT Kaes menghadirkan berbagai pilihan teknologi yang ditujukan bagi pelaku UMKM maupun industri pengolahan pangan di Indonesia.

Sebagai agen resmi merek HITEC dari Jepang, PT Kaes secara aktif mengikuti berbagai pameran industri pangan untuk memperkenalkan teknologi mesin terbaru kepada pelaku UMKM. 

Sejumlah produk yang menjadi andalan perusahaan di antaranya mesin giling daging, mixer, sosis stuffer, mesin smoker, dan mesin vacuum. 

Peralatan tersebut banyak digunakan UMKM untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas dan higienitas produk.

Ke depan, PT Kaes menargetkan dapat menjangkau 1.000 UMKM baru melalui program edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan daya saing industri pangan nasional.

"Kami ingin UMKM pangan Indonesia bisa naik kelas, produknya rapi, higienis, dan siap masuk ritel modern," tambah Sugi.