Menteri Rini Dorong BUMN Jadi Pemain di Pasar Global

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 13 Juli 2019 - 12:00 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))
Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

INDUSTRY.co.id - Auckland- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno memberikan dukungan bagi BUMN untuk berkiprah di kancah internasional. Dukungan ini diberikan melalui kunjungan langsung Menteri Rini ke acara the “1st Pacific Exposition” di SkyCity Convention Center, Auckland, Selandia Baru pada Jumat (12/07/2019).

Dalam event ini, beberapa BUMN di berbagai sektor industri ikut berpartisipasi menampilkan berbagai produk unggulannya.

“Saya menyambut baik inisiatif-inisiatif yang dilakukan BUMN untuk terus menunjukkan kiprahnya di dunia internasional serta mendorong investasi di dalam negeri,” ungkap Menteri Rini.

Pameran investasi dan bisnis berskala Asia Pasifik ini kali pertama diadakan dan diikuti oleh 20 negara di kawasan. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demografi dan geografi, Indonesia memiliki peran strategis dalam peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan di wilayah Asia Pasifik.

“Kita punya produk-produk unggul di bidang dirgantara misalnya. Beberapa pesawat buatan PT DI sudah dipasarkan di luar negeri. Lalu ada Kereta Api buatan INKA dan produk-produk lainnya. Ini yang terus kita dorong bagaimana BUMN tidak hanya menjadi pemain di pasar lokal tetapi juga di pasar global,” imbuh Menteri Rini.

Ada pun produk-produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut antara lain produk pertambangan oleh PT Antam, PT Inalum, PT Bukit Asam dan PT Timah.

Di sektor energi, ada produk-produk yang dihasilkan  PT Pertamina, PT PLN dan PT PGN.  Di sektor perkebunan terdapat produk-produk dari PTPN, PT Bulog dan Pupuk Indonesia. Di sektor  infrastruktur dan properti terdapat produk-produk dari PT Adhi Karya, Waskita Karya , Jasa Marga, Wijaya Karya, PT PP dan Hutama Karya.

Di sektor industri strategis terdapat produk-produk dari PT Barata, PT Inuki, PT INKA, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Dahana, PT LEN Industri dan PT Pindad, PT Semen Indonesia. Di sektor telekomunikasi dan percetakan terdapat produk-produk dari  PT Telkom dan Peruri.

Di sektor perbankan terdapat produk -produk PT Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN. Disektor Penerbangan dan pariwisata ada produk-produk dari PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura 2, PT Garuda Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur dan ITDC. Sementara di sektor transportasi laut, terdapat produk-produk dari PT Pelni, ASDP dan PT Pelindo I.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Senin, 24 Februari 2020 - 19:36 WIB

Menteri Teten Dorong Pelatihan SDM KUMKM di Daerah Wisata Super Prioritas

Menteri Teten minta kepada Deputi Bidang SDM pendidikan/pelatihan SDM KUMKM terutama untuk Kewirausahaan/Vocational untuk diperluas dan diperbanyak, khususnya daerah wisata super prioritas (bali…

Samsung Giga Party Audio

Senin, 24 Februari 2020 - 16:06 WIB

Samsung Hadirkan Samsung Giga Party Audio

Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung Giga Party Audio, penambahan terbaru ke jajaran home audio dan entertainment. Dengan Built-in Woofer, Bass Booster, dan fungsi Karaoke Mode,…

Hugh Jackman dan Allison Janney di HBO GO dan HBO

Senin, 24 Februari 2020 - 15:44 WIB

Bad Education dari HBO Films

Terinspirasi dari peristiwa nyata, Bad Education, mulai tayang berbarengan waktunya dengan A.S. pada 26 April jam 8.00 WIB HBO GO dan HBO, berkisah tentang Frank Tassone (Hugh Jackman) dan Pam…

NU CARE-LAZISNU dan Treasury

Senin, 24 Februari 2020 - 15:23 WIB

Kolaborasi NU CARE-LAZISNU dan Treasury Mempelopori Donasi Emas

Sebagai lembaga yang bergerak dibidang sosial, NU CARE-LAZISNU memiliki mimpi untuk turut mewujudkan kesejahteran umat dan masyarakat Indonesia, dengan menggunakan instrumen yang bisa memberikan…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB

Status Negara Berkembang Dicabut, Kadin Minta Pemerintah Perkuat Daya Saing

Langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang harus dipandang sebagai tantangan.