INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dalam rangka pertemuan menteri Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia memandang penting kawasan Samudera Hindia.

Advertisement

"Sebagai sebuah negara maritim, Indonesia memandang sangat penting Samudera Hindia. Melalui keketuaan Indonesia di IORA sejak 2015, kami berupaya untuk memperkuat kerja sama IORA," kata Menlu Retno Marsudi di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (6/3/2017)

Menurut Retno, ada beberapa tujuan penting dalam penguatan kerja sama antarnegara IORA itu, yaitu untuk memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan; membangun lebih banyak infrastruktur maritim.

Advertisement

Berikutnya, mendekatkan budaya antarnegara IORA; untuk manajemen sumber daya laut lebih baik; serta memperkuat budaya dialog dan diplomasi di kawasan Samudera Hindia.

"Saya yakin upaya-upaya kita sudah tercerminkan dalam 'Jakarta Concord', dan itu sejakan dengan sasaran-sasaran dalam 'IORA Charter', seperti mempromosikan kesejahteraan ekonomi di kawasan," ujar dia.

Advertisement

Menlu Retno sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah RI selama masa keketuaan Indonesia di IORA (2015-2017) berupaya untuk menyelaraskan program dan prioritas dalam IORA dengan visi poros maritim dunia yang ingin dicapai Indonesia.

"Kami melihat ada potensi karena dalam IORA Concord, kerja sama yang akan dilakukan negara anggota IORA itu punya persamaan dengan pilar-pilar dalam visi poros maritim dunia," ucap dia.

Advertisement

IORA Concord adalah dokumen hasil kesepakatan antarnegara IORA, yang akan ditandatangani oleh para kepala negara/pemerintahan anggota IORA pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IORA yang akan dilaksanakan pada Selasa, 7 Maret 2017.

IORA Concord atau yang juga disebut dengan Jakarta Concord merupakan dokumen strategis yang berisi visi dan norma kerja sama IORA kedepannya untuk memperkuat arsitektur regional dalam menghadapi tantangan di kawasan.

Menlu RI menyebutkan bahwa lima pilar dalam visi poros maritim dunia milik Indonesia itu selaras dan beririsan dengan beberapa kerja sama dalam IORA Concord, seperti kerja sama manajemen perikanan, keselamatan dan keamanan maritim, konektivitas serta kerja sama pelabuhan dan UKM, promosi industri perikanan yang berkelanjutan.

Lima pilar poros maritim dunia, yaitu pengelolaan sumber daya laut, pertahanan maritim, diplomasi maritim, konektivitas dan infrastruktur, budaya maritim.

Seperti dilansir Antara, tema yang diangkat dalam Pertemuan IORA yang digelar pada masa keketuaan Indonesia itu adalah "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean" (Memperkuat Kerja Sama Maritim untuk Kawasan Samudra Hindia yang Damai, Stabil, dan Makmur).

Rangkaian Pertemuan IORA akan dilaksanakan pada 5-7 Maret. Acara IORA didahului pertemuan tingkat pejabat tinggi pada 5 Maret, pertemuan tingkat menteri pada 6 Maret, dan pertemuan tingkat tinggi atau KTT pada 7 Maret.