Menkeu SMI: Pembatasan TKA akan Diiringi Peningkatan SDM di Dalam Negeri

Oleh : Hery Barus | Rabu, 12 Juni 2019 - 10:17 WIB

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)
Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan membatasi penggunaan tenaga kerja asing (TKA), hanya untuk profesi yang memerlukan keahlian khusus, dan tidak dapat dipenuhi oleh tenaga kerja domestik.

Janji itu disampaikan Menkeu di Jakarta, Selasa (11/6/2019) , untuk memberi tanggapan kepada fraksi-fraksi di DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) APBN 2020.

"Sejalan dengan pandangan Fraksi Partai Gerindra untuk membatasi tenaga kerja asing hanya untuk profesi yang membutuhkan keahlian (skilled jobs)," kata dia.

Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, pembatasan tenaga kerja asing tersebut akan diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia di dalam negeri. Penggunaan tenaga kerja asing dilakukan jika Indonesia bisa memanfaatkan transfer teknologi dan pengetahuan dari penanam modal asing.

Untuk peningkatan SDM dalam negeri, dia mengatakan, akan dilakukan melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sistem magang, serta perbaikan sistem pendidikan. Selain itu, pemerintah akan bekerja sama dengan dunia usaha guna memperbaiki kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

Peningkatan kemampuan tenaga kerja domestik ini juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target di 5,3-5,6 persen pada 2020.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan yang dihimpun Antara, berdasarkan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), jumlah tenaga kerja asing (TKA) mencapai 95.335 pekerja hingga akhir 2018.

Dari 95.335 tenaga asing yang bekerja Indonesia tersebut, rinciannya adalah tenaga asing profesional sebanyak 30.626, manajer sebanyak 21.237, konsultan dan direksi sebanyak 30.708.

Jumlah tersebut hanya 0,04 persen dari total penduduk 268,829 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut jumlah tenaga asing yang banyak datang ke Indonesia adalah dari China (32.000 tenaga kerja), Jepang (13.897), Korea (9.686), India (6.895) dan Malaysia (4.667).

Sebagai perbandingan, jumlah tenaga kerja asing di Malaysia mencapai 3,2 juta pekerja atau sekitar 10,04 persen dari total penduduk. Kemudian tenaga kerja asing di Singapura mencapai 1,13 juta pekerja atau 19,36 persen dari total penduduk.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Upbit masuki pasar indonesia (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:23 WIB

Incar Lebih Banyak Pengguna, Upbit Bagi-bagi Hadiah di Program Referral

Setelah meluncurkan fitur baru program referal, Upbit Indonesia kembali hadir dengan berbagai promosi pada program referal yang dapat dinikmati oleh seluruh pengguna web dan aplikasi Upbit baik…

Foto ilustrasi industri mainan

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:01 WIB

Kemenperin Harap Industri Mainan Dalam Negeri Mampu Tarik Investasi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengharapkan industri mainan dalam negeri dapat menarik investasi. Ini terutama industri pendukung mainan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan…

Jackson Tandiono, Presiden Direktur PT Sky Energy Indonesia, Tbk

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:00 WIB

Pertama di Dunia, JSKY Ciptakan Modul Surya Berbobot Ringan

PT Sky Energy Indonesia, Tbk (JSKY) secara resmi memperkenalkan rangkaian produk modul surya inovatif miliknya, yang diberi nama J-Leaf, J-Feather dan J-Bifacial di The Energy Building, Jakarta…

DFSK Glory E3

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:00 WIB

Dukung Implementasi Kendaraan Listrik di Indonesia, DFSK Andalkan Glory E3

Pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, DFSK mempersiapkan kendaraan listrik andalanya dengan memperkenalkan DFSK Glory E3 kepada konsumen di Indonesia yang sudah…

Rimba Laut, Senior Vice President Corporate Communication Akseleran

Jumat, 19 Juli 2019 - 14:37 WIB

Capai Rp 2,2 Miliar, Lampung Jadi Penyumbang Investasi Tertinggi Akseleran di Indonesia

Hingga akhir Juni 2019, Lampung tercatat sebagai 10 besar provinsi yang meraih nilai investasi tertinggi bagi Akseleran di seluruh Indonesia dengan raihan sebesar Rp2,2 miliar.