Hasto: Aksi Demo 22 Mei Jangan Ganggu Ketertiban Umum

Oleh : Herry Barus | Selasa, 21 Mei 2019 - 00:40 WIB

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Fotos Ist)
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Fotos Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan agar aksi demo yang dilakukan bertepatan dengan pengumuman hasil pemilu presiden 2019 oleh KPU pada 22 Mei, tidak sampai mengganggu ketertiban umum.

"Kegiatan demo jangan sampai mengganggu ketertiban umum. Semua tahapan pemilu 2019, hingga kampanye, pemungutan suara, maupun rekapitulasi suara, sudah berjalan dengan aman dan damai," kata Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDI Perjuangan, Senin(20/5/2019)

Karena itu, demo yang akan dilakukan bertepatan dengan KPU mengumumkan hasil pemilu presiden 2019, tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini menegaskan, jika ada pihak yang keberatan dengan hasil pemilu 2019, seharusnya menempuh jalur hukum yang sudah diamanahkan dalam undang-undang, di antaranya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Aksi demo adalah upaya memaksakan kehendak dengan memprovokasi rakyat. Kalau mengganggu ketertiban umum, maka aparat penegak hukum punya legalitas untuk menindaknya," katanya seoerti dilansir Antara.

Hasto menjelaskan, dalam undang-undang sudah mengatur secara jelas, bahwa kalau ada pihak yang keberatan terhadap hasil pemilu maka dapat menempuh jalur hukum. "Mereka yang tidak percaya pada penegakan hukum dan memilih gerakan menghasut rakyat, maka aparat keamanan memiliki dasar legalitas untuk menindak," jelas Hasto.

Hasto menambahkan, setelah KPU mengumumkan hasil pemilu 2019, pada 22 Mei, TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, maupun partai pengusung utama, PDI Perjuangan, tidak akan melakukan perayaan yang berlebihan, menyikapi pengumuman tersebut. "Kami lebih mengedepankan upaya merajut kembali persatuan bangsa dari pada selebrasi," katanya.

Hasto menjelaskan, gaya kepemimpinan Joko Widodo adalah sederhana, sehingga tidak perlu selebrasi berlebihan. "Ketika sejumlah lembaga survei kredibel mengumumkan hasil 'quick count', kami juga memilih mengedepankan upaya merajut persatuan," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bali Trail Running 2022 di Kabupaten Bangli, Bali (Foto: Kemenparekraf)

Senin, 16 Mei 2022 - 19:00 WIB

Menparekraf: Bali Trail Running 2022 Tanda Parekraf Bali Kian Bangkit

Menghadiri “Bali Trail Running 2022” di Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (15/5/2022), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi event tersebut yang dipercaya…

Pendapatan Bersih tumbuh 106,23%, Segmen Penjualan Unit Alat Berat Tumbuh 135,49%

Senin, 16 Mei 2022 - 17:53 WIB

Dahsyat Tembus 295%, Pertumbuhan Laba Bersih KOBEX pada Triwulan I-2022

Jakarta – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) penyedia alat berat terintegrasi, membukukan pencapaian positif pada tiga bulan pertama 2022.

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Senin, 16 Mei 2022 - 17:42 WIB

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Mantan politikus PDIP dan Menteri BUMN Kabinet Gotong Royong, Laksamana Sukardi (LS), menggandeng seniman Harry Tjahjono untuk membuat konten youtube ramah anak.

Destinasi Wisata Cicalengka Dreamland, Bandung, Jawa Barat ( Instagram/@pianpian)

Senin, 16 Mei 2022 - 17:30 WIB

Genjot Pariwisata, Bandung Harus Punya Ciri Khas Sebagai Kota Wisata

Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut sejumlah tempat wisata yang ada di Ibu Kota Jawa Barat itu perlu memiliki ciri khas yang…

Petugas memeriksa kesehatan mulut Sapi

Senin, 16 Mei 2022 - 16:51 WIB

Untuk Kurban, HPDKI Persiapkan Ternaknya Aman dan Sehat dari PMK

Terkait dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa kabupaten di Jawa Timur dan di Aceh, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) gerak cepat mengkoordinasikan seluruh…