Polri Imbau Masyarakat Tak Demo 22 Mei

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:35 WIB

Polri
Polri

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan sejumlah terduga teroris berencana melakukan aksi teror dengan bom pada Rabu 22 Mei 2019. Menurut Iqbal, para terduga teroris itu berencana menyerang massa yang akan demo pada 22 Mei mendatang dan aparat yang bertugas.

Kata Iqbal, informasi ini didapat dari hasil pemeriksaan dari terduga teroris yang ditangkap polisi. Polisi tidak dapat memastikan aksi teror ini akan berlanjut atau tidak, meskipun sebanyak 68 terduga teroris telah ditangkap.

"Karena bagi kelompok ini demokrasi adalah paham yang tidak sealiran dengan mereka. Dan ini adalah target mereka. Karena itu lewat forum ini kepolisian negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Mei, masyarakat kami imbau tidak turun," jelas Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Iqbal menambahkan sebagian besar terduga teroris ditangkap pada 3 bulan terakhir. Rinciannya bulan Mei sebanyak 29 orang, April 14 orang dan Maret 20 orang. Sedangkan bulan Januari sebanyak 4 orang dan Februari 1 orang. Adapun beberapa barang bukti yang disita kepolisian antara lain 5 bom rakitan, 4 pisau, dan 2 busur panah.

"Dari 68 tersangka sedang melakukan proses penyidikan dan proses pengembangan juga. Dari 68 tersangka, 8 tersangka meninggal dunia. 1 tersangka meledakkan diri di Sibolga dan daya ledaknya luar biasa. Dan 7 tersangka meninggal dunia karena mengancam nyawa petugas," imbuhnya seperti dilansir VoaNews.

Dua dari para terduga teroris yang memberikan kesaksian tentang rencana aksi pada 22 Mei mendatang adalah EY dan DY. Menurut DY, ia telah merangkai bom yang akan digunakan beberapa orang yang dipimpinnya melakukan aksi pengeboman dengan menggunakan remote atau alat pengoperasi jarak jauh.

"Yang mana pada tanggal tersebut sudah kita ketahui bahwa di situ akan ada kerumunan massa, yang merupakan event yang bagus menurut saya untuk melakukan amaliah. Karena di situ merupakan pesta demokrasi yang menurut keyakinan saya itu adalah syirik akbar yang membatalkan keislaman," tutur DY.

Hal yang sama juga disampaikan EY. Menurutnya pemilu merupakan kesyirikan dan dirinya akan melakukan aksi pengeboman dengan meletakkan bom di kerumunan massa pada 22 Mei mendatang.

Seperti diberitajan sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menegaskan people power untuk menggulingkan pemerintah merupakan tindakan makar.

Pemilihan Umum 2019 sudah berlangsung pada 17 April lalu, namun suhu politik justru memanas. Pasalnya karena muncul tudingan bahwa kubu petahana yang tengah berkuasa melakukan kecurangan secara masif, sistematis, dan terstruktur. Situasi ini memunculkan ketegangan dan kecemasan akan stabilitas keamanan.

Kapolri Tito Karnavian mengungkapkan potensi aksi yang keberatan dengan hasil penghitungan perolehan suara dan menuding telah terjadi kecurangan dalam proses yang sedang berlangsung. Tito membenarkan bahwa unjuk rasa memang dilindungi oleh hukum, yaitu Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998; tetapi ia mengingatkan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tidak bersifat absolut.

Tito menyebut Pasal 6 Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998, di mana ada lima batasan dalam menyampaikan pendapat atau berekspresi di muka umum, yakni tidak boleh mengganggu ketertiban publik, harus menghargai hak asasi orang lain, harus mengindahkan etika dan moral, serta tidak boleh mengancam keamanan nasional, harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Jadi, menurut Tito, berdasarkan pasal 6 undang-undang itu, mobilisasi umum dalam bentuk unjuk rasa apapun juga kalau melanggar dapat dibubarkan. Jika dibubarkan massa melawan, maka ada hukum pidananya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Arc by Crown Group

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:30 WIB

Dua Menara Megah Crown Group Sabet Penghargaan Bergengsi dalam UDIA NSW Awards 2019

Pengembang properti terkemuka di Australia, Crown Group berhasil meraih penghargaan bergengsi untuk dua proyek huniannya di Sydney pada perhelatan UDIA NSW Awards for Excellence 2019, akhir…

Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss

Senin, 19 Agustus 2019 - 13:41 WIB

Evercoss Optimis Validasi IMEI Berdampak Positif Terhadap Pertumbuhan Industri Ponsel Tanah Air

EVERCOSS brand smartphone nasional yang masih eksis di pasaran optimis terhadap rencana validasi IMEI akan berdampak positif terhadap industri smartphone tanah air.

Said meminta pemerintah agar mengurungkan niatnya membuat kebijakan tax amnesty jilid II ini

Senin, 19 Agustus 2019 - 12:53 WIB

Wakil Banggar DPR RI Meminta Pemerintah Menyiapkan Grand Strategi Mengantisipasi Dampak Perang Dagang AS dan China

Jakarta-Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah memperkirakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih belum mereda sebagai dampak dari kondisi ekonomi global yang belum membaik.

Keyboard Gaming G813 LIGHTSYNC RGB 

Senin, 19 Agustus 2019 - 12:20 WIB

Logitech G Hadirkan Keyboard Gaming Dimensi Baru di Dunia Game G813 LIGHTSYNC RGB 

Logitech G sebuah brand dari Logitech, inovator terkemuka dari produk dan teknologi gaming mengumumkan keyboard gaming dengan performa tinggi, Logitech G813 LIGHTSYNC RGB Mechanical Gaming Keyboard.…

Pameran Foto Rekam Jakarta

Senin, 19 Agustus 2019 - 11:52 WIB

OPPO Kolaborasi Dengan Pewarta Foto Gelar Pameran Foto Rekam Jakarta

OPPO, vendor smartphone yang dikenal melalui inovasi teknologi dan desain, mendukung Pewarta Foto Indonesia Jakarta untuk menyelenggarakan “Rekam Jakarta”, sebuah pameran foto tahunan…