INDUSTRY.co.id - Pandeglang - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya resmi membuka perayaan Hari Jadi Kota Pandeglang yang ke-145 di Alun-Alun Kota Pandeglang, Banten, Jawa Barat, Senin (1/4).

Advertisement

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Pandeglang Irna Narulita sebagai tuan rumah, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Indonesia (BMKG), serta perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam sambutannya, Menpar mengatakan, pasca terjadi bencana pada Desember lalu, pariwisata di sekitar wilayah pesisir selat sunda sudah kembali aman.

Advertisement

"Pasca bencana Tsunami Desember lalu, saya sudah tiga kali berkunjung ke Pandeglang, dan dipastikan pariwisata di pesisir selat sunda sudah kembali aman," kata Menpar Arief Yahya.

Penegasan Menpar Arief tersebut didasari oleh hasil pengamatan dari Badan Geologi terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau pasca-tsunami Selat Sunda yang telah menunjukkan penurunan aktivitas dan tidak ada fenomena bertumbuh.

Advertisement

Begitu pula dengan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang telah melakukan aktivasi dan pemanfaatan teknolog mitigasi bencana. Terhitung sejak tangg 25 Maret 2019, status Gunung Anak Krakatau telah diturunkan dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada) dengan radius menjadi 2 Km. 

"Saya tegaskan lagi radius aman itu 2 km dari kawah Anak Krakatau, bukan dari pesisir pantai. Dengan demikian kawasan wisata di Selat Sunda aman dikunjungi wisatawan," imbuh Arief Yahya.

Advertisement

Ditegaskan Menpar, sebelum tsunami, rata-rata okupansi hotel dan penginapan di Pandeglang sekitar 50-60 persen. Kini, hampir 3 bulan setelah Tsunami, okupansinya rata-rata hanya 20 persen.

"Kalau ini kita biarkan maka industri hanya bisa bertahan selama 6 bulan," ucapnya.

Lebih lanjut, Menpar menuturkan, untuk mendongkrak sektor pariwisata pesisir Selat Sunda, pihaknya telah menyusun 49 kegiatan di daerah pariwisata terdampak bencana. "Dari 49 kegiatan tersebut, 14 kegiatan terkait SDM, 19 kegiatan terkait pemasaran dan promosi, dan 16 kegiatan terkait destinasi. Dari 49 kegiatan sudah kita lakdanakan 16 kegiatan," ungkap Menpar.

Menurut Menpar Arief Yahya, kegiatan massif yang dilakukan akan berdampak sangat besar bagi peningkatan sektor pariwisata di sekitar pesisir Selat Sunda.

Bupati Pandeglang Irna Narulita menyampaikan bahwa kawasan Selat Sunda sudah menjadi tumpuan sektor pariwisata khususnya bagi Kabupaten Pandeglang yang telah memilih sektor pariwisata sebagai unggulan.

"Sektor pariwisata menjadi tumpuan bagi masyarakat kami di pesisir Selat Sunda, selain pertanian dan perikanan," kata Irna.

Bupati Irna berharap dengan status Selat Sunda Aman yang dirilis oleh BMKG dan PVBMG mampu menarik para wisatawan untuk berwisata kembali di sekitar wisata pesisir Selat Sunda.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menegaskan kembali bahwa pariwisata di pesisir Selat Sunda telah aman.

"Saya (Pemerintah Daerah) juga meminta agar pembangunan amenitas, aksesibikitas, dan atraksi di wilayah pariwisata terdampak bencana dapat di support oleh pemerintah pusat," terang Andika.

Ditegaskan Adhika, pihaknya siap mendukung apa yang menjadi program kebijakan Kementerian Pariwisata untuk dapat membangkitkan kembali sektor patiwisata dan ekonomi di Pandeglang.

"Kami siap bahu membahu bersama Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpar untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di wilayah Pandeglang khususnya di pesisir Selat Sunda," tutupnya.