INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Tim mahasiswa President University berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Student Design Sprint Competition 2026 yang diselenggarakan PT NS BlueScope Lysaght Indonesia bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Komisariat Wilayah Bekasi. Karya bertajuk Simpul Harmoni dinilai sebagai rancangan terbaik setelah melalui proses penilaian komprehensif oleh dewan juri.

Kompetisi yang digelar di Cibitung pada 30 Juli 2026 itu mengusung tema Small Intervention, Big Impact: Reimagining Campus Elements with Steel. Sebanyak 39 mahasiswa dari enam perguruan tinggi berpartisipasi, yakni Universitas Pelita Bangsa, Universitas Krisnadwipayana, President University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Trisakti, dan Universitas Gunadarma. Para peserta ditantang merancang konsep Student Hub berbasis material baja yang fungsional, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus.

President Director PT NS BlueScope Lysaght Indonesia, Felix Gustiar, mengatakan kompetisi ini merupakan upaya perusahaan untuk memperkenalkan potensi penggunaan baja di sektor konstruksi sekaligus memperkuat kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan.

"Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri memiliki peran penting dalam membentuk generasi arsitek yang inovatif dan adaptif. Melalui Student Design Sprint Competition 2026, kami berharap dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan baja dalam dunia arsitektur," ujar Felix.

Menurutnya, di tengah masih rendahnya tingkat utilisasi baja di Indonesia, khususnya pada sektor konstruksi, mahasiswa perlu didorong untuk lebih memahami peluang penggunaan material tersebut dalam menghasilkan desain arsitektur yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Ketua IAI Komisariat Wilayah Bekasi, Ar. Imam Setio Sucahyo, menilai kompetisi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, serta mempresentasikan ide di hadapan para praktisi profesional.

"Sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan industri merupakan langkah penting dalam mempersiapkan calon arsitek yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang," kata Imam.

Dalam proses penilaian, setiap tim mempresentasikan hasil rancangannya di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi arsitektur dan perwakilan industri. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kualitas desain, tetapi juga aspek fungsionalitas, inovasi, keberlanjutan, serta relevansi solusi terhadap kebutuhan pengguna kampus.

Sebelum kompetisi berlangsung, penyelenggara juga menggelar webinar pra-kompetisi yang menghadirkan sejumlah arsitek profesional dan perwakilan industri untuk membekali peserta mengenai proses perancangan praktis.

PT NS BlueScope Lysaght Indonesia bersama IAI Komisariat Wilayah Bekasi berharap penyelenggaraan Student Design Sprint Competition dapat terus menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan praktisi. Melalui program ini, diharapkan lahir lebih banyak arsitek muda yang inovatif, adaptif, serta siap menjawab tantangan pembangunan lingkungan binaan di masa depan.