INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026 dengan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 33% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap solid, peningkatan dana pihak ketiga, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Satu Grup Finansial (One Financial Group).
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, mengatakan perseroan tetap konsisten menjalankan strategi pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi di dalam grup, termasuk melalui aksi korporasi yang menjadikan Danamon sebagai pemegang saham pengendali PT Home Credit Indonesia (HCI).
"Sepanjang semester pertama 2026, Danamon konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup. Salah satu aksi korporasi yang kami lakukan adalah penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia yang menjadikan Danamon sebagai Pemegang Saham Pengendali HCI," ujar Nobuya dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/7).
Ia optimistis kinerja perseroan akan tetap terjaga hingga akhir tahun berbekal kondisi permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta dukungan MUFG dan seluruh entitas dalam grup.
"Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, dan para mitra strategis untuk memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan Danamon, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia," katanya.
Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon meningkat 12% yoy menjadi Rp230,1 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen Enterprise Banking and Financial Institution yang melonjak 19% menjadi Rp109,7 triliun. Selain itu, lini SME Banking, Consumer Banking, dan anak usaha juga mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi pendanaan, total dana murah (CASA) dan deposito konsolidasian mencapai Rp181,7 triliun atau meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan bisnis tersebut turut mengerek pendapatan operasional sebesar 7% yoy menjadi Rp12,6 triliun. Sementara itu, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) berada di level 8,1%, mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah ekspansi bisnis.
Kualitas aset juga terus membaik. Per 30 Juni 2026, rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 7,8% atau membaik 263 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) tetap kuat di level 282,4%.
Sebagai bagian dari transformasi menjadi Satu Grup Finansial bersama MUFG, Danamon juga telah efektif melakukan penyertaan modal di PT Home Credit Indonesia pada 24 Juni 2026 melalui pembelian saham yang sebelumnya dimiliki PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
Dengan status sebagai pemegang saham pengendali HCI, Danamon menargetkan sinergi antarlembaga dalam grup semakin kuat sehingga mampu menghadirkan solusi keuangan yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.