Didukung Produk Inovatif Digital, Pegadaian Berhasil Raih Laba 2,77 Triliun

Oleh : Hariyanto | Senin, 25 Maret 2019 - 13:12 WIB

Paparan kinerja keuangan 2018 PT Pegadaian (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Paparan kinerja keuangan 2018 PT Pegadaian (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pegadaian (Persero) meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 10,4% menjadi Rp. 2,77 triliun pada tahun lalu dibandingkan dengan 2017. Peningkatan laba bersih ini sejalan dengan banyak produk inovatif digital yang diluncurkan dan peningkatan layanan yang semakin baik dan efisien.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan perusahaan berhasil menutup tahun 2018 dengan kinerja yang positif. Laba bersih setelah pajak meningkat menjadi  Rp 2,77 triliun year on year (YOY), dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,51 triliun.  Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 3,66 triliun, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 3,41 triliun (tumbuh 10,7%).

Kuswiyoto menambahkan total aset juga meningkat 10,8% (YoY) menjadi  Rp 52,79 triliun, dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp 48,68 triliun. Begitu pula dengan pendapatan usaha naik menjadi (YoY) sebesar Rp 11,46 triliun dari Rp10,52 triliun pada tahun 2017.

"Kami  optimis tahun 2019 kinerja perusahaan akan meningkat  seiring dengan prediksi meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Karena makin banyaknya varian produk inovatif yang diluncurkan, seperti Pegadaian Digital Service, serta beberapa produk baru juga akan kami perkenalkan dalam waktu dekat ini. Pegadaian juga akan terus membangun berbagai kerjasama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun sinergi dengan BUMN," jelas Kuswiyoto saat paparan kinerja keuangan 2018 di Jakarta, Senin(25/3/2019).

Dia menambahkan Pegadaian akan terus melakukan inovatif produk dan  sistem layanan secara online (digital) untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Bukan hanya fasilitas layanan saja yang ditingkatkan, tetapi juga menciptakan berbagai produk baru digital yang akan diluncurkan pada tahun ini.

Pegadaian, jelas Kuswiyoto,  dalam waktu dekat ini akan segera meluncurkan beberapa produk baru, diantaranya adalah Gadai on Demand yang merupakan program Pegadaian untuk membantu masyarakat agar lebih mudah untuk mengakses layanan perseroan kepada nasabah. Program tersebut akan bekerjasama dengan perusahaan besar berbasis layanan digital. 

"Jadi nanti bapak-bapak dan ibu-ibu, kalau misalnya mau menggadaikan cincin, tapi tidak punya waktu datang ke Pegadaian, kami kerjasama dengan ojek online untuk me jemoutnya, sehingga akan semakin mudah. Barangnya di pickup, diambil dirumah, nanti kita tinggal transfer ke rekeningnya. Jadi tidak perlu datang ke Pegadaian. Gadai on Demain, nanti kita pick up barangnya sama ojol, keren kan?" tambahnya.

Sementara itu, untuk mempermudah masyarakat khususnya kalangan milenial dalam berinvestasi emas berupa tabungan, Pegadaian juga terus mengembangkan aplikasi Pegadaian Digital sehingga transaksi tuntas dalam  genggaman.

"Kami bertekad pada usia 118 Pegadaian akan semakin muda (h) dan akan banyak produk-produk yang berbasis teknologi yang akan kami kembangkan," kata Kuswiyoto.

Ke depan Kuswiyoto tetap meningkatkan kinerja gadai sebagai core business, di sisi lain proporsi bisnis non gadai akan semakin ditingkatkan secara progresif. Komposisi portofolio akan berubah dari sebelumnya kinerja bisnis gadai sebesar 84% dan non gadai 16%, secara bertahap menjadi 60% dan 40%. 

"Kami berharap Pegadaian akan terus menjadi perusahaan milik negara yang selalu berkontribusi besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ungkap Kuswiyoto.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Gunung Agung Bali (Foto Ist)

Minggu, 21 April 2019 - 12:00 WIB

Gunung Agung Bali Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter…

Mentan Amran Sulaiman di peternakan ayam

Minggu, 21 April 2019 - 09:20 WIB

Sepuluh Alasan Jangan Remehkan Pertanian

Jakarta - Sektor pertanian di era digitalisasi semakin menarik dan digeluti banyak generasi muda. Era ini makin membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi dan…

Dirjen Hortikultura Suwandi. Sesama petani sayuran organik

Minggu, 21 April 2019 - 08:39 WIB

Kementan Genjot Pengembangan Sentra Sayuran Organik di Karanganyar

Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot berbagai daerah agar menjadi sentra produksi sayuran organik, salah satunya sentra sayuran organik di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal…

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Sabtu, 20 April 2019 - 21:31 WIB

TOTAL Kembali Gelar Lomba Pasang Jok Paten di IIMS 2019

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS)…

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), di Gramedia Matraman, Sabtu (20/4/2019)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:10 WIB

Hari Perlindungan Konsumen, Sektor Properti Paling Banyak Diadukan Konsumen

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dalam peringatan tersebut, pihaknya menyebut bahwa sektor perumahan…