Presiden Jokowi Ingin MRT, LRT, Trans Jakarta, Kereta Bandara, dan Kereta Commuter Terintegrasi

Oleh : Ridwan | Rabu, 09 Januari 2019 - 09:45 WIB

Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)
Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden Joko Widodo mengungkapkan jika transportasi dan lalu lintas tidak dikelola dengan baik maka kejadian kemacetan total lalu lintas di Jabodetabek, yang tidak bisa bergerak, akan semakin banyak.

Namun Presiden optimistis dengan adanya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Trans Jakarta, kereta bandara, dan juga kereta commuter akan sangat membantu dalam mengatasi kemacetan di Jabodetabek.

“Ke depan saya kira pengelolaan moda-moda transportasi yang ada ini semuanya harus terkelola dengan baik,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Pengelolaan Transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Jakarta (08/01/2019) kemarin. 

Diakui Presiden, sekarang ini memang urusan jalan saja ada yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, ada yang dimiliki oleh DKI, ada yang dimiliki oleh Banten, ada yang dimiliki oleh Jawa Barat, yang semuanya itu kadang-kadang pengelolaannya tidak lagi terintegrasi, dan yang terjadi misalnya yang berkaitan dengan pemeliharaan juga sering banyak yang saling menunggu.

Presiden menginginkan, yang berkaitan dengan intra moda maupun antarmoda semuanya terintegrasi.

Ia mengharapan, nantinya kalau MRT jadi, LRT jadi, kereta bandara semua sudah siap, Transjakarta ada, sehingga masyarakat bisa didorong untuk masuk ke transportasi massal yang telah disiapkan itu.

“Sehingga mobil-mobil yang ada di jalanan betul-betul bisa berkurang secara besar-besaran,” ujar Presiden.

Mengutip hitungan Bappenas, Presiden menyampaikan, setiap tahun kita kehilangan kurang lebih Rp65 triliun di Jabodetabek gara-gara kemacetan. Angka Rp65 triliun pertahu ini, menurut Presiden, kalau dijadikan barang, dalam 5 tahun sudah jadi MRT, jadi LRT.

Karena itu, Presiden mengingatkan, tidak mungkin hal seperti ini diterus-teruskan. Kita harus berani memulai, harus berani merancang, agar semuanya itu bisa selesai sehingga yang Rp65 triliun itu betul-betul jadi barang, bukan jadi asap yang memenuhi kota.

Pengelolaan TOD

Terkait dengan pengelolaan transit oriented development atau TOD, diakui Presiden, ini sudah berpuluh tahun tidak bisa bergerak karena juga sama, pengelolaannya ada di beberapa tempat. Ada di DKI, ada di Menteri BUMN, ada di kementerian yang lain atau ada di Jabar, ada di Banten.

Oleh karena itu, Presiden menekankan agar keterpaduan antar transportasi perkotaan dengan tata ruang ini benar-benar harus dirancang dan dihitung. Salah satunya dengan strategi peningkatan akses terhadap angkutan umum melalui pengembangan TOD-TOD yang ada.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:56 WIB

Lima Alasan IPW Desak Polri Segera Menahan Komjen Purn Sofyan Jacob

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Sofyan Jacob. Jika Sofyan tidak hadir, Polri harus melakukan upaya jemput paksa dan segera menjebloskannya ke tahanan.

Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:45 WIB

Korban Bencana Alam Yang Jatuh Miskin Berpeluang Dapat PKH

Korban bencana alam yang jatuh miskin berpeluang menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) baru . Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan korban bencana…

Shabrina Evaswantry Binti Novizar Swantry ( Nana) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:36 WIB

Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana ( Obituari Penderita Kanker)

“ For Everyone. PS : Sayang, tolong dibacakan setelah kuburku ditutup. Bacakan dengan ikhlas dan penuh syukur. Dont be sad,” itu tulisan pengantar dari surat “wasiat” almarhumah Shabrina…

Festival cabai

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB

Menduniakan Cabai Melalui Festival Cabai

Tangerang - Pada perayaan acara Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni ini Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor dan Museum Benteng Heritage…