Kementan Dorong Upsus Siwab Untuk Tingkatkan Ekspor

Oleh : Wiyanto | Rabu, 09 Januari 2019 - 08:52 WIB

Sapi indukan (doc: Kementan)
Sapi indukan (doc: Kementan)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong para peternak di seluruh daerah untuk meningkatkan semua produksi melalui program Upaya Khuaus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Untuk mendukunya, Kementan sudah mendistribusikan alat potong modern serta membuat sistem integrasi antara pakan ternak, dan pengendalian penyakit.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, mengatakan peningkatan produksi daging wajib dilakukan para peternak untuk menggedor dan menjelajah daya ekspor ke sejumlah negara di Asia.

"Sejauh ini kita sudah mengalokasikan 600 ribu ton daging ke negara tetangga Malaysia dan sebanyak 500 ribu ton ke negara Timur Tengah," ujar Diarmita saat ngobrol santai di Gedung PIA Kementan, Selasa (8/1).

Cita-cita Lumbung Pangan Dunia

Diarmita menjelaskan, peningkata produksi merupakan jalan menuju cita cita lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang. Untuk itu, perbaikan dan evaluasi harus ditingkatkan secara cepat supaya mampu mengimbangi roadmap yang telah ditentukan.

"Dengan demikian kita harapkan Nilai Tukar Petani (NTP) terus mengalami kenaikan sehingga petani kita cepat sejahtera serta secara perlahan mampu mencapai cita cita lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang," katanya.

Diarmita mengatakan, pihaknya sedang menyasar daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai wilayah penghasil produksi sapi berkualitas. Sebab, selama ini penghasil sapi masih didominasi wilayah Jawa Timur.

"Kita sebenarnya ingin memperbaiki dari dari tentang apa sesungguhnya yang mau kita raih dalam rangka mengikuti roadmap. Jadi kita ingin peternak ini bukan hanya sebatas sambilan, tapi kerja tetap yang menghasilakam," katanya.

Permudah Izin Jadi Kunci Meningkatnya Produkai dan Ekspor

Dari semua rangkaian keberhasilan ini, kata Diarmita, Kebijakan Kementan dalam memudahkan sistem perizinan terbukti mampu meningkatkan nilai investasi yang bermuara pada peningkatan ekspor.

Volume Ekspor Terus Naik

Berdasarkan data realisasi rekomendasi ekspor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Ditjen PKH Kementan), volume ekspor sub sektor peternakan sejak Januari hingga November pada 2018 mencapai sebesar 229.180 ton dengan nilai 578.402.448 dolar AS.

Terhitung volume ekspor naik sebesar 9,67 persen, sedangkan nilai ekspor meningkat sebesar 3,19 persen jika dibandingkan dengan volume dan nilai ekspor Januari-November 2017 yang sebesar 208.965 ton dan 569.230.610 dolar AS.

"Dengan data itu capaian ekspor peternakan dan kesehatan hewan pada 3,5 tahun terakhir (2015-2018 semester I) mencapai Rp 32,13 triliun. Kontribusi ekspor terbesar pada kelompok obat hewan yang mencapai Rp 21,58 triliun menembus ke 91 negara tujuan," katanya.

Aceh Berhasil Produksi Sapi

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, Drh. Rahmmadi mengatakan, selama ini wilayah Aceh mampu menjadi lumbung ternak yang memproduksi daging hingga melampaui target rata rata daerah di Indonesia.

"Tahun ini kami berhasil melahirkan 25.300 ekor sapi dengan pendapatan pentani kurang lebih mencapai 76 miliar. Selaib itu, kami juga memiliki sumber daya manusia yang cukup bisa diandalkan," katanya.

Ada 5 Kabupaten di Provinsi Aceh yang masuk hitungan produkai sapi paling banyak. Meski demikian, ada juga beberapa kabupaten yang belum mencapai target dalam upaya produksi daging. "Tapi relatif berhasil kok, rata-rata produksinya bagus," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 24 April 2019 - 09:00 WIB

Paparan Publik PT Multi Bintang Indonesia Tbk: Expanding Our Horizons

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang), dengan kode saham MLBI, menggelar paparan publik sebagai kelanjutan dari Rapat Umum Pemegang Saham yang mengumumkan laporan keuangan Perseroan…

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 24 April 2019 - 08:39 WIB

BMKG Perkuat Koordinasi untuk Pengembangan Indonesia

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Dwikorita Karnawati, membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) dan Rapat Koordinasi Pengembangan Nasional (RAKORBANGNAS)…

Capres Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 24 April 2019 - 08:00 WIB

Capres Prabowo Subianto akan Hadiri Syukuran Bersama Para Relawan

Hari ini Rabu (24/4/2019), cawapres Prabowo Subiaanto direncanakan akan menghadiri syukuran dan konsolidasi pengawalan dan pengamanan kemenangan Prabowo-Sandi bersama para relawan di Padepokan…

Mengkhawatirkan, 16 Juta Pekerja Sawit Terancam Dampak Kebijakan Diskriminasi Eropa

Rabu, 24 April 2019 - 07:01 WIB

Mengkhawatirkan, 16 Juta Pekerja Sawit Terancam Dampak Kebijakan Diskriminasi Eropa

Kalangan pekerja dan petani sawit terancam kebijakan Uni Eropa yang akan melarang penggunaan sawit sebagai bahan baku biofuel. Oleh karena itu, Uni Eropa harus mempertimbangkan keputusannya…

Kegiatan Semen Tonasa, salah satu produk Semen Indonesia

Rabu, 24 April 2019 - 06:32 WIB

Semen Indonesia Ajak Mahasiswa se-Sumatera Barat Berbagi Inspirasi dan Pengalaman

Padang - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggelar acara BUMN Goes To Campus (BGTC) sebagai rangkaian HUT Kementerian BUMN ke-21 di Universitas Bung Hatta Bypass Aia Pacah Padang, Sumatera…