INDUSTRY.co.id

Advertisement

Jakarta - Penguatan nilai tukar Rupiah diharapkan dapat kembali menguat untuk memberikan imbas positif pada pasar obligasi dalam negeri sehingga peluang kenaikan pun dapat kembali berlanjut. Di sisi lain, kembali menguatnya pasar obligasi AS dengan memanfaatkan pelemahan bursa saham AS diharapkan dapat berimbas pada pasar obligasi dalam negeri.

"Diharapkan senitmen positif masih dapat terjaga dan aksi jual yang terjadi tidak terlalu dalam. Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Advertisement

Berbalik menguatnya laju Rupiah yang dibarengi dengan pergerakan imbal hasil obligasi AS yang masih bergerak turun seiring dengan terdepresiasinya USD jelang libur Thanksgiving memberikan dorongan pada pasar obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 0,60 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 1,79 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 1,28 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 91,64% memiliki imbal hasil 7,88% atau turun 0,04 bps dari sebelumnya di harga 91,50% memiliki imbal hasil 7,915%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 92,35% memiliki imbal hasil 8,30% atau turun 0,12 bps dari sehari sebelumnya di harga 91,30% memiliki imbal hasil 8,41%.

Advertisement

Pada Jumat (23/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,26 bps di level 108,69 dari sebelumnya di level 108,40. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,05 bps di level 104,84 dari sebelumnya di level 104,79. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,92% dari sebelumnya di level 7,97% dan US Govn’t bond 10Yr di level 3,048% dari sebelumnya di level 3,069% sehingga spread di level kisaran 487,3 bps lebih rendah dari sebelumnya 489,6 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,50%-9,55%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,07%-10,10%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,50%-11,58%, dan pada rating BBB di kisaran 14,20%-14,35%.

Advertisement