Tiga Prioritas Indonesia untuk Masuki Revolusi Industri 4.0

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 17 November 2018 - 05:46 WIB

Produksi tekstil (vov5)
Produksi tekstil (vov5)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyebut ada tiga poin penting yang perlu diprioritaskan Indonesia untuk memasuki Revolusi Industri 4.0.

"Intinya pertama adalah di segala bidang kita identifikasi bahwa ada elemen-elemen yang kita harus menggunakan otomatisasi. Hal ini bisa membuat efisien dan efektif sehingga proses produksi bisa lebih cepat," ujar Ketua Umum PII A. Hermanto Dardak di Jakarta, Jumat (16/11/2018)

Selain itu dia juga menyebut prioritas kedua adalah bahwa teknologi cerdas sekarang bisa menghubungkan semua perangkat, menurutnya hal ini harus diidentifikasikan prioritasnya di bagian mana kita paling siap.

"Karena di situlah prioritasisasi menjadi penting, intinya hal ini harus dilakukan," katanya.

Poin ketiga, menurut Hermanto, adalah sumber daya manusianya harus disiapkan, mengingat sumber daya ini merupakan modal penting untuk memasuki Revolusi 4.0.

"Indonesia memiliki sumber daya manusia yang cukup besar, kita gunakan itu sebagai modal. Jadi modal itu bukan hanya dari investasi, namun juga modal sumber daya manusia untuk pertumbuhan. Kalau kita memiliki sumber daya manusia yang kompetitif maka kita bisa mengisi semua elemen untuk membuat nilai tambah yang sangat signifikan," ujar ketua umum PII tersebut usai menghadiri konferensi pers Kongres ke XXI PII dan Dialog Nasional.

Kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini merupakan salah satu langkah strategis, yang dilakukan dalam meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang menargetkan Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 mendatang.

 Roadmap ini dapat menjadi pegangan para industriawan untuk memahami langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyongsong era industri 4.0 yang ditahap awal akan fokus pada 5 sektor prioritas yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Tekstil dan Busana, Industri Otomotif, Industri Elektronik dan Industri Kimia. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

ASSA Dukung Perkembangan Sektor EBT

Senin, 17 Februari 2020 - 10:00 WIB

ASSA Dukung Perkembangan Sektor EBT

PT Adi Sarana Armada Tbk (“ASSA”), perusahaan yang bergerak di bisnis mobilitas transportasi logistik dan penunjangnya mulai dari lini usaha penyewaan kendaraan & jasa pengemudi, balai lelang…

Menteri ESDM: RUU Minerba Harus Penuhi Lima Prinsip Dasar

Senin, 17 Februari 2020 - 09:52 WIB

Tolong Catat, RUU Minerba Harus Penuhi Lima Prinsip Dasar

Jakarta-Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Mineral dan Batubara (Minerba) yang akan segera diproses oleh Panitia Kerja…

Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin Lirboyo Diresmikan Tiga Menteri

Senin, 17 Februari 2020 - 09:45 WIB

Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin Lirboyo Diresmikan Tiga Menteri

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Direktur Jenderal…

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit

Senin, 17 Februari 2020 - 09:36 WIB

Ternyata Inilah Enam Kunci Sukses UKM Kelola Bisnis Kedai Kopi

Jakarta - Ada enam kunci sukses bagi para pelaku UKM dalam mengelola bisnis kedai kopi. Yaitu, produk inovatif dan rasa sesuai dengan lidah konsumen, harga yang kompetitif, tempat yang nyaman…

Ignatius Denny, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI. (Foto: BEI)

Senin, 17 Februari 2020 - 09:30 WIB

Tahun ini, BEI Kembangkan Tiga Produk Investasi Alternatif

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kini sedang memusatkan perhatiannya pada pengembangan empat produk kebursaan, yang merupakan produk investasi alternatif. Keempat produk investasi alternatif…