Sejumlah Alasan Merpati Nusantara Airline Kembali Mengudara Tahun 2019

Oleh : Herry Barus | Senin, 12 November 2018 - 06:00 WIB

 Dirut PT MNA, Capt. Asep Ekanugraha (Foto Dok Industry.co.id)
Dirut PT MNA, Capt. Asep Ekanugraha (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Dunia penerbangan di Indonesia, diprediksi makin semarak di tahun 2019 mendatang. Pasalnya, satu pemain lama, bakal kembali mengudara. Adalah maskapai milik negara, Merpati Airlines, yang bakal kembali untuk kembali melayani masyakat yang membutuhkan jasa layanan penerbangan yang baik dan aman.

Rencana kembalinya Merpati itu, disampaikan Presiden Direktur Merpati Nusantara Airline, Asep Ekanugraha, di Jakarta, Minggu (11/11/2018). Namun demikian, Asep menambahkan, keputusan Merpati terbang kembali itu, akan sangat tergantung dari proses sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang dijadwalkan pada Rabu, 14 November 2018.

Jika dalam sidang PKPU tersebut Merpati dinyatakan layak untuk bangkit lagi. Hal itu menjadi titik awal perseroan untuk bisa kembali mengudara, setelah vakum sejak 2013.  PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat kesulitan keuangan

“Kami berkeyakinan dan optimis bakal kembali terbang di tahun depan. Semua persiapan, terutama dana operasional, sudah kami dapatkan komitmennya,” jelas Asep, sembari menyebutkan adanya komitmen dari investor yang akan mengucurkan dana sebesar Rp 6,4 triliun.

Dana investor tersebut, bakal dimanfaatkan manajemen Merpati agar maskapai tersebut bisa terbang kembali. Komitmen pendanaan tersebut didapat dari Intra Asia Corpora. Investor dalam negeri ini terafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa yang sempat terdaftar di Bursa dengan kode emiten CPDX.

"Salah satu langkah kami untuk bisa membuat Merpati kembali terbang adalah dengan debt restrukturisasi. Langkah kami ini dikuatkan dengan mitra kami yang sudah sepakat akan mengucurkan dana untuk kembalinya Merpati beroperasional kembali,” jelas Asep, sembari menyebutkan bahwa kucuran dana dimaksud akan turun bertahap, sesuai kebutuhan. “Jika nanti, Merpati telah beroperasi, hasilnya akan dimanfaatkan untuk penyelesaian kewajiban atau utang yang saat ini sedikirnya Rp10 Triliun.”

Kucuran dana untuk mengoperasikan Merpati, disebutkan tidak sepenuhnya berupa fresh money seutuhnya. Juga tidak akan turun sekaligus. Namun, akan turun bertahap sesuai kebutuhan operasional dalam jangka dua tahun. Dengan adanya dana tersebut, maka Merpati setidaknya bisa kembali memiliki pesawat dan mulai mengurus izin rute terbang dan investasi operasional lainnya.

"Memang, titik krusialnya, yang di putusan pengadilan terkait kasus utang kami yang akan diputuskan pada Rabu 14 November nanti. Ya, tentu saja kami berharap, Merpati diberi kesempatan untuk beroperasi lagi. Jika demikian, maka kami akan tancap gas, melaksanakan langkah strategis operasional, yang telah kami siapkan, " jelas Asep.

Terkait komposisi saham Mengenai kedepan? Asep menyatakan belum bisa menjelaskan secara detail karena hal tersebut berkaitan dengan perjanjian kedua perusahaan. Hanya saja, kata Asep pihak investor memang mengucurkan dana dengan soft lender, yang artinya pihak investor akan mendapatkan return dari Merpati setelah maskapai ini mapan mengudara.

Asep optimistis, kreditor lama akan setuju agar  Merpati bisa kembali terbang. Alasannya, dengan kembali terbang, maka Merpati akan bisa menyelesaikan persoalan utang kepada kreditur. "Gak ada juga investor yang mau kasih modal cuma cuma menurut saya, dana ini bukan untuk menutup utang, tetapi menjadi modal awal kami sehingga kami bisa kembali beroperasi," ujar Asep.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto (kedua dari kanan)

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:02 WIB

Startup Portfolio Telkom Listing di Australia Stock Exchange

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadiri acara pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Whispir di Australian Securities Exchange (ASX) dengan kode…

e-Commerce Tokopedia (Ist)

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:45 WIB

Sepanjang Bulan Mei 2019, Tokopedia Catat Transaksi Penjualan Hingga Rp 18,5 Triliun

Sepanjang bulan Mei 2019, Tokopedia mencatatkan nilai total transaksi (Gross Merchandise Value/GMV) sebesar US$1.3 miliar atau setara lebih dari Rp18,5 triliun.

Sun Life Financial Indonesia dan Muamalat Indonesia Menandatangani Peresmian Kerja Sama Strategis Bancassurance

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:35 WIB

Kerjasama Sun Life Financial Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia

PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) perusahaan perencana keuangan keluarga tepercaya, hari ini mengumumkan komitmen kemitraan strategis bersama bank syariah pertama di Indonesia,…

Dirc Richard Talumewo, Presiden Direktur PT Transcoal Pacific Tbk, sedang memberikan penjelasan kepada investor dan pers dalam acara paparan publik di Jakarta, Rabu (19/06/2019). (Foto: Abe)

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:22 WIB

Total Dividen Tunai 2018 Transcoal Pacific Bernilai hampir Rp80 Miliar

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), perusahaan pelayanan di bidang angkutan laut dan logistik kelautan, akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2018 bernilai total Rp79,68 miliar (Rp15,5…

1ID Music, Survival Reality Show Mencari Talenta Terbaik Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:15 WIB

1ID Music, Survival Reality Show Mencari Talenta Terbaik Indonesia

Famous All Stars dengan bangga mempersembahkan 1ID Music sebuah survival reality show mencari lima talenta musik terbaik Indonesia. Peserta dari ajang ini tidak hanya akan berkompetisi merebut…