Ini Kata Pengusaha Soal Penurunan Harga Batu Bara

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 05 Oktober 2018 - 10:09 WIB

Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk
Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinada angkat suara terkait dengan penurunan Harga Batubara Acuan (HBA) yang terjadi saat ini. Menurutnya, penurunan harga terjadi karena adanya tekanan dari eksternal.

Diketahui, saat ini HBA pada Oktober 2018 sebesar USD 100,89 per ton, atau turun 3,7 persen dibandingkan HBA September yang berada di level USD 104,81 per ton.

"Tren ini lagi turun karena kita enggak bisa prediksi ya. Kemungkinan dia menurun karena tertekan, kalau kita perhatikan pergerakan index, terutama di batubara kalori rendah dan menengah, pasarnya sudah gejala over supply. Jadi ini yang sebabkan tekanan terhadap harga," kata Hendra dalam Diskusi Kebijakan Publik Strategi Pengelolaan Batubara Nasional, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Secara global, HBA akan tetap berada di level USD 100 juta ton hingga akhir tahun. Kondisi ini disebabkan karena permintaan China akan impor juga sudah berkurang.

"Dia sudah jelas sekali (China). Ditambah dengan sentimen harga dengan adanya rencana pemerintah genjot ekspor. Tapi di sisi lain pasar bisa kelebihan pasokan jadi harga terganggu," kata Hendra.

Namun, dia juga tidak bisa memungkiri apabila nantinya HBA tersebut bisa terperosok di bawah USD 100 juta ton. "Ada kekhawatiran begitu. Kita gak bisa prediksi karena banyak faktor, cuaca. Itu susah," kata Hendra.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, Harga Batu bara Acuan (HBA) pada Oktober 2018 sebesar USD 100,89 per ton, turun 3,7 persen dibandingkan HBA September yang berada di level USD 104,81 per ton.

"HBA Oktober ditetapkan USD100,89 per ton, 3,7 persen lebih rendah dari September 2018" kata Agung di Jakarta.

Menurut Agung, penyebab menurunnya HBA adalah berlebihnya stok batu bara di pasar. Meski mengalami penurunan, harga batu bara Oktober masih lebih tinggi, ketimbang HBA pada awal 2018 lalu.

Selain itu, Agung menyebutkan, salah satu penyebab HBA September 2018 lebih rendah dari pada bulan sebelumnya, salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan proteksi impor Tiongkok.

"Sebagai salah satu konsumen terbesar batubara, tentu kebijakan ini berpengaruh terhadap penurunan HBA di bulan September," tandas Agung

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB, Direktur Mandiri Syariah Kusman Yandi serahkan bantuan APD. 

Rabu, 08 April 2020 - 15:11 WIB

Mandiri Syariah Serahkan APD dan Masker kepada RS Rujukan Covid-19

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyerahkan bantuan senilai Rp3,05 miliar berupa 2.500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 100 ribu masker kepada 105 Rumah Sakit rujukan Covid-19 di seluruh…

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio

Rabu, 08 April 2020 - 15:10 WIB

Jurus Jitu Kemenparekraf Atasi Dampak Covid-19 bagi Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan beberapa langkah strategis untuk mengatasi dampak COVID-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air.

Thai Lion Air Mengoperasikan Penerbangan Misi Kemanusiaan

Rabu, 08 April 2020 - 15:00 WIB

Thai Lion Air Mengoperasikan Penerbangan Misi Kemanusiaan Jakarta – Bangkok

Thai Lion Air (kode penerbangan SL) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terkini penerbangan yang beroperasi melayani misi kemanusiaan dan evakuasi (evacuation and humanitarian assistance)…

Menteri Sosial Juliari P. Batubara

Rabu, 08 April 2020 - 14:00 WIB

KPM PKH Terima Bansos Tiap Bulan Lindungi Diri dari Covid-19

Kementerian Sosial RI akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi setiap bulan, dari yang sebelumnya empat kali dalam setahun, untuk mengantisipasi dampak…

Xiaomi Store

Rabu, 08 April 2020 - 13:30 WIB

Xiaomi Luncurkan Solusi Belanja dan Perbaikan dari Rumah

Xiaomi, perusahaan teknologi dengan berbagai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT) memperkenalkan dua layanan konsumen terbaru Mi Shop from Home dan Mi Service from Home.