INDUSTRY.co.id - Jakarta - Berbagai pengaruh eksternal tetap menjadi faktor utama dalam pergerakan Rupiah pekan ini. Investor terus memantau sinyal gejolak lebih lanjut untuk mata uang pasar berkembang setelah beberapa pekan yang sangat mengkhawatirkan.
"Rupiah akan dipengaruhi oleh pandangan investor mengenai pasar berkembang secara umum, dengan perhatian khusus pada reaksi Lira terhadap data PDB terbaru Turki, dan ancaman tarif dagang lebih lanjut dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump," ujar Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM di Jakarta, Rabu (12/9/2018).
Ia katakan, indikasi di awal perdagangan di Asia menunjukkan bahwa Rupee India dan Rand Afrika Selatan melemah di awal pekan ini terhadap Dolar, menandakan bahwa sentimen beli terhadap mata uang pasar yang memiliki defisit neraca yang tinggi tetap sangat rendah.
"Dari aspek teknis, USDIDR dapat menantang 14900 di jangka pendek apabila Dolar terus menguat," katanya.