INDUSTRY.co.id - Bali – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperluas komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi dengan menghadirkan program Vocational School Development di Provinsi Bali. Langkah ini ditandai dengan penyerahan bantuan mesin kendaraan berteknologi terbaru kepada SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar sebagai upaya mencetak tenaga kerja siap industri.
Ekspansi ke Bali menjadi tonggak baru bagi program CSR TMMIN yang telah berjalan sejak 2017. Sebelumnya, program ini telah membina 30 sekolah vokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto bersama Wakil Presiden Direktur I Nyoman Winaya Adnyana menyerahkan satu unit mesin bensin Toyota tipe 2TR kepada SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin diesel Toyota tipe 2GD kepada SMK Rekayasa Denpasar.
Bantuan tersebut akan menjadi media praktik bagi siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) agar lebih memahami teknologi otomotif terkini yang digunakan industri.
Nandi mengatakan, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri. Menurutnya, investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia.
“Melalui dukungan fasilitas pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional," ujar Nandi Julyanto di Denpasar, Bali (24/7).
Tak hanya memberikan bantuan peralatan praktik, TMMIN juga menjalankan pembinaan melalui peningkatan kompetensi guru, pelatihan basic skill industri, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Pendekatan tersebut bertujuan membangun budaya kerja industri sejak di lingkungan sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga penerapan continuous improvement.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.
"Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. Ketika sekolah memiliki akses terhadap pembelajaran berstandar industri, guru terus mengembangkan kompetensinya, dan siswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan, maka akan lahir talenta-talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan," kata Nyoman.
Menurutnya, filosofi Toyota Make People Before Make Product menjadi landasan perusahaan dalam membangun sumber daya manusia sebelum menghasilkan produk berkualitas.
Dikesempatan yang sama, Kepala SMKN 1 Denpasar, I Wayan Mustika menyampaikan apresiasi atas kepercayaan TMMIN yang memilih sekolahnya sebagai sekolah binaan pertama di Bali. Menurutnya, bantuan mesin praktik dan pendampingan budaya industri akan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat karakter siswa.
Ia menilai pendidikan vokasi saat ini tidak cukup hanya mengajarkan kompetensi teknis, tetapi juga harus membangun disiplin, integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan budaya peningkatan berkelanjutan yang menjadi standar dunia industri.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi menjadi awal penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada mutu dan kebutuhan industri sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menjadi bagian dari kemajuan industri nasional," ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Kepala Seksi Kurikulum dan Pembelajaran SMK Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, I Gede Agus Rai mengatakan, kolaborasi dunia pendidikan dan industri merupakan implementasi nyata dari Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
Menurutnya, bantuan CSR TMMIN akan memperkuat pembelajaran berbasis praktik, meningkatkan penguasaan teknologi, memperkuat kompetensi guru, sekaligus menanamkan budaya industri kepada siswa.
"Bantuan ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia usaha, dunia industri, dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," kata Agus Rai.
Ia berharap SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, karakter kuat, disiplin, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.