Pangsa Pasar Go-Jek Hampir 80 Persen

Oleh : Herry Barus | Kamis, 06 September 2018 - 08:15 WIB

Ilustrasi Pengemudi Gojek (Foto: Serba Gojek)
Ilustrasi Pengemudi Gojek (Foto: Serba Gojek)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan pangsa pasar (market share) GO-JEK di industri transportasi berbasis teknologi (ride-hailing) Indonesia mencapai hampir 80 persen.

Data KPPU mengungkapkan penguasaan pasar GO-JEK sebesar 79,20 persen dihitung berdasarkan beberapa parameter dan sisanya dimiliki GRAB sebesar 14,69 persen ditambah UBER sebesar 6,11 persen.

Sehingga pasca UBER diakuisisi oleh GRAB maka pangsa pasar perusahaan transportasi berbasi daring asal Malaysia di industri "ride-hailing" Indonesia sebesar 20,8 persen.

Anggota Komisioner KPPU Kodrat Wibowo dalam keterangan yang diterima, Rabu, mengungkapkan data pangsa pasar industri "ride-hailing" Indonesia itu disimpulkan sejak April 2018.

“Setelah GRAB mengakuisi aset UBER maka pangsa pasar GRAB mencapai 20,80 persen dan GO-JEK sebesar 79,20 persen,” ungkapnya.

Dalam menganalisa pangsa pasar industri "ride-hailing", Kodrat mengungkapkan KPPU memerhitungkan beberapa variable, antara lain kesamaan produk dan jasa.

“Nah, saat ini bisnis GO-JEK kan sebenarnya berkembang ke bisnis lainnya seperti GO-SEND, GO-FOOD, GO-CLEAN, GO-PAY dan lain-lainnya. Jadi GO-JEK tidak hanya menyediakan aplikasi untuk tranportasi online,” tutur Kodrat kepada awak media.

Maka, lanjutnya, cakupan konsumen dan segmen pasar GO-JEK berpotensi semakin meluas seiring dengan perkembangan lini bisnisnya, sehingga penghitungan pangsa pasarnya pun berpotensi dipisahkan berdasarkan layanannya.

Atas dasar itu pula persaingan GO-JEK secara utuh tidak bisa lagi berhadapan langsung (head-to-head) dengan GRAB dalam penghitungan penguasaan pasar di industri layanan berbasis teknologi di Indonesia.

“Karena mereka (GO-JEK) melakukan diversifikasi bisnis sebagai perusahaan aplikator,” jelas Kodrat.

Terkait dengan pengumuman GRAB yang mengaku menguasai industri "ride-hailing" Indonesia sebesar 65 persen, menurut Kodrat, bisa jadi atas dasar perhitungan sendiri dari aplikator asal Malaysia itu.

“Ok saja walau (pangsa pasar) itu klaim sepihak (GRAB) ya,”tandasnya.

KPPU, menurut Kodrat, tetap melakukan fungsi pengawasan kepada perusahaan aplikator terkait relasi kemitraan dengan para mitra GO-JEK dan GRAB.

Persaingan usaha GO-JEK dengan GRAB dipantau sesuai dengan peraturan, karena dinamika bisnis terus berkembang, katanya.

Pertimbangan dinamika itu pula yang mendorong KPPU mengkaji revisi Undang Undang (UU) nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Tujuan revisi UU ini agar poin-poin aturannya sesuai dengan perkembangan bisnis digital di masa kini dan yang akan datang,”terangnya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pizza Hut NPC (ist)

Jumat, 03 Juli 2020 - 21:17 WIB

Horee, Pizza Hut Indonesia Beda Nasib dengan NPC Pemilik Waralaba di Amerika yang Bangkrut

Pizza Hut Indonesia angkat bicara terkait pengajuan resmi pailit restoran Pizza Hut di Amerika yang dimiliki oleh NPC International Inc.

MenkopUKM Teten Masduki, saat meninjau warung sembako di Gang Bates, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur

Jumat, 03 Juli 2020 - 21:10 WIB

Lewat Program Belanja di Warung Tetangga, MenkopUKM Bawa Toko Tradisional Saingi Ritel Modern

Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020 lalu, diyakini mampu membuat warung atau toko tradisional…

Diskusi webinar Bintaro Jaya High Rise (BJHR)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:25 WIB

Bintaro Jaya High Rise Ajak Masyarakat Investasi Properti di Masa Pandemi Covid-19

Ternyata, masa pandemi ini justru menjadi momen emas untuk membeli properti, karena harganya yang cenderung stagnan karena adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Perdagangan saham di IDX (Rizki Meirino/Industry.co.id)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:06 WIB

Penjualan Menurun, PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk Cetak Rp260,22 miliar Hingga Maret 2020

Emiten PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk (SAMF) catat penjualan Rp260,22 miliar hingga periode 31 Maret 2020 turun dari penjualan Rp353,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Suasana konferensi pers virtual Dampak Sosial dan Ekonomi Fintech Lending di Indonesia (Studi Kasus Investree 2017-2019). (Foto: Humas Investree)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:00 WIB

Fintech Lending Berperan Besar untuk Dukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Jakarta - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), memaparkan hasil riset terbarunya dalam konferensi pers bertajuk ‚ÄúDampak Sosial dan Ekonomi Fintech…