Kasus BFI Finance: Abaikan Putusan Hukum, BEI dan OJK akan Digugat

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 20 Agustus 2018 - 19:01 WIB

sido Simanjuntak, Pheo Hutabarat, keduanya kuasa hukum APT serta Hari Dhoho Tampubolon, mewakili pihak APT dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (20/08/2018)
sido Simanjuntak, Pheo Hutabarat, keduanya kuasa hukum APT serta Hari Dhoho Tampubolon, mewakili pihak APT dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (20/08/2018)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan digugat secara hukum oleh PT Aryaputra Teguhharta (APT) karena hingga kini masih belum melakukan suspensi terhadap kegiatan perdagangan saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Dalam kasus hilangnya kepemilikan saham APT sebesar 32,32% di BFIN, Mahkamah Agung RI berdasarkan Peninjauan Kembai (PK) nomor 240/2006 telah memutuskan bahwa pihak BFIN diwajibkan untuk mengembalikan 32,32% sahamnya kepada APT.

“Gugatan yang dilayangkan kepada BEI dan OJK tersebut akan dilakukan jika operator dan regulator bursa tersebut mengabaikan putusan MA. Pasalnya, kedua lembaga jasa keuangan itu terindikasi melakukan pembiaran terhadap kejahatan di pasar modal dan pidana penggelapan kepemilikan saham,” urai Pheo Hutabarat, Kuasa Hukum APT dari Kantor Lembaga Hukum Hutabarat Halim & Rekan (HHR Lawyers).

Pheo menjelaskan, bahwa pihaknya telah bertemu dengan OJK dan sudah menyampaikan putusan MA tersebut, tetapi MA hanya berpendapat ‘ini urusan rumit’. “Jika regulator pasar modal hanya bisa berkata itu saja, maka hal itu akan menghilangkan berbagai upaya penegakan dan perlindungan hukum atas kepemilikan saham para investor,” papar Pheo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/08/2018).

Pheo berharap, BEI dan OJK seharusnya mengambil tindakan untuk menghentikan sementara (suspensi) kegiatan perdagangan saham BFIN. Putusan MA itu menyebutkan, BFIN diwajibkan untuk membayarkan dividen sejak 2001 lalu kepada APT bernilai total Rp1 triliun.

“Akan tetapi, emiten jasa keuangan itu tidak melaksanakan putusan MA tersebut dengan alasan APT sudah tidak lagi terdaftar di dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) sejak 2001. Nilai Rp1 triliun itu kan sangat material, dan jika belum diselesaikan kewajiban tersebut, maka perdagangan saham BFIN seharusnya disuspend dulu, tetapi ini tidak dilakukan sampai hingga kini,” tutur Pheo.

Lebih lanjut, Pheo juga mengungkapkan, posisi Boy Thohir selaku Komisaris BEI dan pemilik konsorsium keuangan Trinugraha Capital yang kini menguasai 42,8% saham BFIN diduga mengalami benturan kepentingan.

“Pasalnya, ketika APT melayangkan gugatan pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), konsorsium keuangan itu berencana mendivestasikan 19,9% saham BFIN kepada Compass Banca SPA. Rencana divestasi itu diduga untuk menghindari perubahan PSP (pemegang saham pengendali) sehingga tidak perlu merubah anggaran dasar,” tutur Pheo.

Menurut sumber industry.co.id, APT juga telah mendaftarkan laporan pidana nomor LP/65/V/2018 BARESKRIM di Mabes Polri terkait gugatan dugaan terjadinya corporate fraud yang menyebabkan hilangnya 32,32% saham milik APT.

“Bahkan, Mabes Polri telah melayangkan surat permintaan klarifikasi atas hilangnya 32,32% saham milik APT dan meminta saksi kepada BEI pada 16 Agustus 2018,” pungkas sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

TP-Link Indonesia Edukasi Kemudahan Teknologi

Rabu, 24 Juli 2019 - 08:00 WIB

TP-Link Indonesia Edukasi Kemudahan Teknologi Lewat Roadshow

Awal 2019 TP-Link meluncurkan beberapa produk cerdas, mulai dari perangkat pendukung internet hingga pengisi daya portable. Sebagai upaya untuk mendekatkan diri dan mengedukasi masyarakat tentang…

SouthCity Penuhi Janji Serah Terima Ruko Tepat Waktu

Rabu, 24 Juli 2019 - 08:00 WIB

SouthCity Penuhi Janji Serah Terima Ruko Tepat Waktu

Pengembang SouthCity Square, PT Setiawan Dwi Tunggal memenuhi janjinya dalam pembangunan rukonya dengan dilaksanakannya serah terima unit ruko SouthCity Square pada hari ini, Selasa (23/7/2019).

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:47 WIB

Hari Ini IHSG Diwarnai Aksi Jual

Jakarta -Pergerakan IHSG secara teknikal mengkonfirmasi pola dark cloud cover dengan melemah menguji support moving Average 20 hari dan lower bollinger bands. Indikator Stochastic dan RSI pun…

DSC|X Gelar Roadshow di Jakarta (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:20 WIB

Jadi Episentrum Wirausaha Muda dan Industri Kreatif, DSC|X Gelar Roadshow di Jakarta

Ajang yang hingga kini meraih antusiasme tinggi kepesertaan dari para wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftarannya secara daring pada 15 Mei lalu dihelat di Estubizi Business Center,…

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto Ist)

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:00 WIB

Euromoney Nobatkan BCA sebagai Bank Terbaik

Kinerja, pencapaian, dan transformasi layanan perbankan yang dilakukan BCA menuai pengakuan hingga ke kancah internasional. Melalui ajang Euromoney Awards for Excellence 2019, PT Bank Central…