INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan bursa saham Asia mulai kembali berbalik naik meski masih terdapat kekhawatiran ketidakjelasan ekonomi Turki.
Menurut analis Pasar Modal Reza Priyambada, pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk.
"Terutama untuk Nikkei yang menguat setelah terimbas pelemahan JPY dengan adanya penguatan USD," katanya di Jakarta, Rabu (15/8/2018).
Ia katakan, kospi menguat dimana pelaku pasar kembali masuk pada saham-saham teknologi yang melemah dalam sebelumnya. ASX juga menguat dengan kenaikan pada saham-saham keuangan, telekomunikasi, dan teknologi. Akan tetapi, sejumlah indeks saham Tiongkok bergerak anomali dimana cenderung melemah dengan adanya aksi jual.
Selain itu, ia mencermati pergerakan bursa saham Eropa kembali melanjutkan pelemahan seiring masih adanya kekhawatiran dampak resesi Turki. Indeks pan-European Stoxx 600 melemah 0,03 persen. Adanya aksi jual terbatasi dengan masih adanya sejumlah rilis kinerja sejumlah emiten. Adanya pertemuan delegasi AS dan Turki untuk menyelesaikan permasalahan yang sempat timbul setelah ditahannya seorang pastor di Turki sedikit memberikan sentimen positif sehingga pelemahan dapat berkurang.
"Mulai menguatnya mata uang Lira Turki setelah merespon adanya pertemuan delegasi AS dan Turki memberikan sentimen yang cukup positif. Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk. Di sisi lain, adanya penilaian bahwa resesi yang terjadi pada Turki tidak banyak berimbas langsung pada ekonomi AS turut menambah sentimen positif," katanya.