INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Harga emas dunia dibuka menguat pada perdagangan Kamis (23/7) setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Logam mulia dibuka di level US$4.129 per troy ons, didukung eskalasi konflik menyusul serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran serta gangguan terhadap jalur pelayaran di Laut Merah.

Sentimen geopolitik tersebut turut memicu lonjakan harga minyak dunia lebih dari 1,5% ke level tertinggi dalam sekitar enam pekan. Kenaikan harga energi kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga mendorong investor meningkatkan alokasi dana ke aset lindung nilai seperti emas.

Meski demikian, laju penguatan emas diperkirakan belum akan berlangsung tanpa hambatan. Prospek kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang membatasi kenaikan harga logam mulia.

"Dari sisi fundamental, lonjakan harga energi diperkirakan dapat memperlambat penurunan inflasi dan memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," demikian disampaikan dalam riset harian pasar ICDX. 

Kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury dan stabilnya dolar Amerika Serikat juga masih menjadi tekanan bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga tetap tinggi dan obligasi pemerintah AS menawarkan return yang lebih besar.

Pasar saat ini masih memperkirakan setidaknya terdapat satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun. Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan sembari mencermati perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi.

Pelaku pasar kini menunggu serangkaian agenda penting bank sentral global yang berpotensi menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya. Fokus investor dalam waktu dekat tertuju pada keputusan suku bunga European Central Bank (ECB) pekan ini, disusul pertemuan Federal Reserve, Bank of Japan (BoJ), dan Bank of England (BoE) pada pekan depan.

Selain itu, rilis data PMI Manufaktur dan Jasa Amerika Serikat, klaim pengangguran mingguan, serta indikator aktivitas sektor riil akan menjadi acuan penting untuk mengukur ketahanan ekonomi AS sekaligus memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed.

Secara teknikal, harga emas memiliki level support terdekat di kisaran US$4.082 hingga US$4.034 per troy ons. Apabila tekanan jual meningkat, support berikutnya berada di area US$3.945. Sementara itu, level resistance terdekat berada pada kisaran US$4.171 hingga US$4.212, dengan target resistance jangka menengah di sekitar US$4.301 per troy ons.