Menperin Pacu Industri Otomotif Nasional Kembangkan Kendaraan Teknologi Tinggi

Oleh : Ridwan | Rabu, 01 Agustus 2018 - 17:46 WIB

Menperin kunjungi pabrik otomotif di Serang Banten
Menperin kunjungi pabrik otomotif di Serang Banten

INDUSTRY.co.id - Tangerang, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen memacu industri otomotif nasional untuk terus mengembangkan kendaraan yang mengikuti teknologi terkini dan selera konsumen saat ini.

"Agar bisa berkompetisi di pasar global, produk otomotif harus memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, hemat bahan bakar, ramah lingkungan, serta memiliki harga terjangkau," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika meninjau persiapan pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (1/8/2018).

Langkah strategis tersebut telah disiapkan oleh Kemenperin melalui peta jalan pengembangan industri otomotif nasional, termasuk di dalamnya terdapat pelaksanaan program kendaraan rendah emisi karbon atau low carbon emission vehicle (LCEV).

"Sasaran ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk dapat menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan sekaligus menjaga energi sekuriti khususnya di sektor transportasi darat," papar Menperin.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto menambahkan, pelaksanaan kebijakan untuk sektor industri perlu membutuhkan waktu masa transisi (shifting industry), seperti peralihan penggunaan kendaran dari jenis mesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE) menuju LCEV.

"Sehingga harus dilakukan secara bertahap," ujar Harjanto.

Selain itu, tambahnya, dalam pengembangan kendaraan LCEV, patut menjamin keberlangsungan industri otomotif yang sudah ada sehingga tidak akan terganggu investasinya yang telah menggelontorkan dana cukup besar dan menyerap tenaga kerja yang banyak.

"Hal ini guna menjaga konsistensi kebijakan industri dan kepastian berusaha bagi investor, serta memberi kesempatan bagi kementerian dan lembaga terkait dalam upaya menyiapkan infrastruktur untuk kendaraan listrik yang lebih baik," tuturnya.

Harjanto pun mengatakan, untuk memberikan keberpihakan kepada industri otomotif nasional dalam pengembangan kendaraan LCEV, salah satunya melalui pemberian fasilitas insentif fiskal dan nonfiskal atau kemudahan lainnya. Upaya itu, misalnya pemberian tax holiday dan tax allowance bagi investasi baru atau ekspansi bagi industri yang memproduksi komponen maupun merakit kendaraan LCEV.

"Kami juga mengusulkan pemberikan insentif pada periset lokal atau laboratorium uji dan lembaga R&D. Selanjutnya, penghitungan TKDN dengan penekanan bobot pada faktor brainware, seperti Rⅅ. Kemudian, menetapkan kompetensi lokal yang akan dikembangkan, misalnya memproduksi baterai, PCU, motor dan sistem pengisian baterai (charger)," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kopi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:19 WIB

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

Asep Sukarna, salah satu petani kopi di Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyediaan bibit unggul kopi seyogyanya memperhatikan kesesuaian dengan karakter daerah masing-masing.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:00 WIB

Lima Perubahan Paradigma Keamanan Siber

Dengan menerapkan empati pada solusi digital, perusahaan bisa menjadi lebih inklusif. Dalam keamanan siber, itu berarti membangun solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok di keadaan…

Wisuda President University 2020

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Wisuda President University 2020: Peluang Unik di Tengah Pandemi Covid-19

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, kita dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi,…

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:00 WIB

CIMB Niaga Salurkan Program Beasiswa Periode 2020-2022

Program Beasiswa CIMB Niaga 2020-2022 di masa pandemi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Hal ini juga…

Anies Baswedan

Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:50 WIB

Anies Resmi Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November 2020; Catat! Bukan Berarti Longgar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Jakarta hingga 8 November 2020. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus corona…