Petrokimia Gresik Keluarkan Dua Produk Baru Nonsubsidi pupuk NPK dan NPS

Oleh : Hariyanto | Rabu, 11 Juli 2018 - 09:49 WIB

Petrokimia Gresik
Petrokimia Gresik

INDUSTRY.co.id - Gresik - Produsen pupuk nasional asal Kabupaten Gresik, PT Petrokimia Gresik (PG) mengeluarkan dua produk barunya di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Dirut PT Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto mengatakan, di tengah tantangan ekonomi global yang masih sulit serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, perusahaannya akan terus bertransformasi, beradaptasi serta berkembang sesuai dengan tantangan dan peluang bisnis yang ada. 

Meski tahun lalu laba dan penjualan menurun sebagai imbas resesi ekonomi global, tapi tahun ini PG berharap bisa mengangkat dari sektor nonsubsidi dengan mengeluarkan produk baru nonsubsidi pupuk NPK dan NPS.

Langkah ini diambil karena kondisi global masih belum berpihak. "Itu kenyataan yang terjadi," katanya di sela-sela HUT pabrik PG ke 46 di Stadion Petrokimia, Selasa (10/07/2018).

Selain melakukan inovasi, efisiensi, dan diversifikasi produk, lanjut Nugroho, PG juga mencoba memposisikan perusahannya bagian dari solusi agroindustri. Sehingga, tidak hanya melulu menjual produk, tapi juga memberikan solusi bentuknya paket komplit memberikan eksistensi kepada konsumen, baik itu bercocok tanam yang lebih baik. Hal itu diharapkan bisa menjamin sustainable perusahaan. 

Ditanya adanya dua produk baru nonsubsidi, yakni NPK dan NPS, dikatakan Nugroho, terkait hal itu perusahaannya melihat sudah memiliki tagline produsen pupuk terlengkap.

"Kita mencoba ingin melengkapi dan itu belum dimiliki perusahaan. Pasalnya, dua produk tersebut segmennya ada tersendiri. Satu berbasis pupuk majemuk, tapi ada unsur kalsiumnya. Keduanya itu memiliki segmen sendiri," ujarnya.

Terkait dengan produk baru tersebut, Direktur Teknik dan Pengembangan (Dirtekbang) PG Arif Fauzan menuturkan, rencananya kedua produk baru itu di-launching di Petrokimia Agrifood Expo (PAE) 2018 ini. 

Sebagai produk baru, katanya, tentu dalam satu hingga dua tahun ke depan kemungkinan besar pangsa pasarnya masih kecil. Tapi, manajemen PG memperkirakan ke depan kebutuhan dan permintaan atas kedua jenis pupuk ini bakal meningkat seiring dengan pengenalan kedua pupuk ini yang makin bagus di mata petani.

"Kami ada slot pupuk nonsubsidi 160 ribu ton per per tahun untuk pupuk Phonska plus. Dari jumlah itu, 10 ribu ton per tahun diperuntukkan buat pupuk NPK dan NPS," paparnya. 

Ia menambahkan, nantinya kedua produk nonsubsidi itu segmennya ke sektor hortikultura. Sebab, bisnis nitrat itu lebih mudah diserap tanaman dengan posisi tak kaya air. Selain itu, program tersebut untuk mendukung pemerintah. Sebab, selama ini program itu kurang begitu baik dan pasarnya akan terus diperbesar. 

"Dua produk ini tidak mengganggu produk pupuk komersial sebelumnya, yakni NPK Phonska plus yang sudah dipasarkan," tandasnya.  (bj)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pariwisata Bali (Foto Dok Instagram)

Minggu, 16 Juni 2019 - 21:00 WIB

Ready, Set, Summer!

Menjelang liburan musim panas, Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, mengungkapkan bahwa Tokyo, London dan Las Vegas masih terus merajai sebagai…

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 20:00 WIB

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir

Pengiriman dan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial terus bergulir bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 17:34 WIB

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui Kantor Cabang Luar Negeri New York, Amerika Serikat memberikan dukungan fasilitas pembiayaan kepada Crystal Cove Seafood Corp. (Crystal Cove),…

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Minggu, 16 Juni 2019 - 16:46 WIB

Rawan Jual Beli Kursi, Mendikbud Lakukan Penataan Sejumlah Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap praktik jual beli kursi dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB).

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…