INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak melanjutkan penguatan terbatasnya dengan rentan 5730-5830. Saham-saham yang dapat dicermati diantaranya ADRO, AKRA, ANTM, ASRI, BSDE, ELSA, HRUM, INCO, INDY, INTP, ITMG, UNTR, WIKA.

Advertisement

“Secara teknikal seperti perkiraan sebelumnya pergerakan IHSG cenderung terkonsolidasi mencoba menguat bertahan diatas level MA5 (5730). Indikator Stochastic mengalami momentum positif dengan bergerak menguat dari area oversold. Indikasi arah pergerakan IHSG mencoba menguji level MA25 dan bearish trend line dikisaran level 5850an,” ujar Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Mayoritas saham Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei (-0.78%), TOPIX (-1.01%), HangSeng (-0.21%), CSI (-0.63%) dan KOSPI (-0.35%) ditutup pada zona negatif. Investor mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan efek penerapan pembatasan perdagangan baru antara AS dan China.

Advertisement

IHSG (+0.11%) ditutup menguat +5.69 poin dilevel 5739.33 diakhir sesi perdagangan setelah sempat bergerak pada zona negatif selama sesi perdagangan dengan saham-saham sektor pertambangan (+1.69%) dan Infrastruktur (+1.32%) menguat sedangkan sektor konsumen (-1.14%) dan pertanian (-0.94%) menjadi penekan pelemahan sejak awal sesi perdagangan. Muncul data perkembangan anggaran infrastruktur yang berkembang disemester awal 2018 ini yang mencapai 410.7 Triliun rupiah menjadi optimisme tersendiri oleh investor. Aksi jual bersih investor asing kembali terlihat namun menyusut di level 137.04 Miliar. Saham PGAS, BBNI dan BBTN menjadi top net sell value investor asing.

Bursa saham di Eropa dibuka cenderung optimis. Eurostoxx (+0.92%), FTSE (+0.46%) dan DAX (+1.19%) menguat diawal sesi perdagangan seiring pengetatan moneter lebih awal dari yang diantisipasi. Saham-saham produsen mobil di eropa reversal pada harapan kesepaktan tarif lintas Atlantik menjadi faktor utama. Sentimen selanjutnya investor akan terfokus pada refelksi data pesediaan minyak di AS pada harga minyak dunia dan menanti data tingkat pekerja serta neraca perdagangan di AS.

Advertisement

 

 

Advertisement