INDUSTRY.co.id - Jakarta- Teror yang terjadi sejak pemberontakan teroris di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua Depok pada Selasa (8/5), hingga bom bunuh diri di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) disesalkan Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama.

Advertisement

"Teror tidak direkomedasikan oleh seluruh agama, terutama Islam. Karena Allah SWT secara eksplisit mengatakan 'barang siapa yang membunuh satu manusia yang tidak berdosa, maka seakan-akan telah membunuh seluruh manusia," kata Rhoma dalam siaran pers yang diterima awak media di Jakarta, Selasa (15/5/20180 .

Ia menilai, aksi teror tersebut merupakan kekejian yang tidak bisa dikait-kaitkan dengan agama apapun.

Advertisement

Raja dangdut ini menambahkan, memberantas terorisme tidak bisa dilakukan secara sporadis. Persoalan terorisme, menurut dia, harus dilihat akarnya.

Rhoma berpendapat, biasanya teroris bisa merupakan bentuk protes atau bentuk perlawanan dari kaum yang lemah terhadap arogansi yang kuat. Karena itu, kata dia, perlu intropeksi apakah selama ini keadilan telah ditegakkan. Mulai dari keadilan politik, ekonomi dan budaya.

Advertisement

"Apakah kita sekelompok ini telah melakukan toleransi secara sungguh-sungguh terhadap perbedaan , apakah kesenjangan politik, sosial, budaya masih terjadi atau tidak, diskriminasi terhadap berbagai aspek kehidupan masih terjadi atau tidak," kata Rhoma.

Semua harus instropeksi, baik pemerintah, elemen masyarakat, elemen-elemen bangsa, ini harus dijadikan intropeksi sehingga tidak berkembang semakin besar, katanya.

Advertisement