INDUSTRY.co.id - Jakarta, Suara peluit kereta yang telah bergema lebih dari satu abad di Stasiun Semarang Tawang kini mengiringi babak baru perjalanan perkeretaapian Indonesia.
Bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1911 itu resmi memasuki fase baru setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasinya dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Tengah.
Revitalisasi tidak sekadar memperbarui fasilitas pelayanan. Upaya tersebut juga mempertahankan karakter arsitektur bersejarah yang menjadikan Semarang Tawang sebagai salah satu ikon perkeretaapian nasional.
Di saat yang sama, peningkatan kualitas layanan diharapkan mampu menjawab tingginya mobilitas masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.
Sepanjang 2025, Stasiun Semarang Tawang melayani 3.862.127 aktivitas pelanggan. Sementara pada Semester I 2026 jumlah aktivitas pelanggan telah mencapai 2.152.894, dengan rata-rata 34 perjalanan kereta api setiap hari.
Tingginya aktivitas tersebut menjadi landasan utama pelaksanaan revitalisasi agar pelayanan semakin optimal tanpa menghilangkan nilai sejarah bangunan.
Dalam peresmian tersebut, Presiden kembali menegaskan pentingnya transportasi kereta api sebagai sarana yang berpihak kepada masyarakat.
"Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta api harus melayani rakyat. Teknologi dan seluruh sarana transportasi pada akhirnya harus digunakan untuk melayani rakyat," ujar Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden juga menekankan bahwa pelestarian Stasiun Semarang Tawang bukan sekadar menjaga bangunan tua, melainkan merawat identitas sekaligus perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Revitalisasi tahap pertama dilaksanakan selama 330 hari dengan mencakup pembenahan hall utama, ruang VIP, ruang tunggu, selasar, sisi barat dan timur bangunan, hingga perbaikan sistem drainase.
Berbagai ornamen dan elemen arsitektur juga dikembalikan berdasarkan dokumentasi lama sehingga karakter asli bangunan tetap terjaga.
Melalui revitalisasi tersebut, KAI berupaya menghadirkan keseimbangan antara pelayanan modern dengan pelestarian bangunan cagar budaya.
Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, pembaruan stasiun juga memperkuat konektivitas antardaerah, memperluas akses menuju Kawasan Kota Lama Semarang, serta mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
Komitmen pelestarian itu menjadi bagian dari langkah yang lebih luas.
Saat ini KAI mengelola lebih dari 600 bangunan cagar budaya, dengan sekitar 120 bangunan telah masuk dalam program revitalisasi dan beautifikasi, termasuk Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Jakarta Kota, dan Stasiun Bogor.
Usai peresmian, Presiden Prabowo bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang menggunakan Kereta Luar Biasa Nusantara Explorer.

Kereta wisata tersebut menjadi simbol arah baru pengembangan layanan perkeretaapian yang memadukan kenyamanan perjalanan dengan kekayaan budaya Indonesia.
Nusantara Explorer lahir dari gagasan dan arahan Presiden untuk menghadirkan pengalaman wisata dari atas rel.
Rangkaian yang dikembangkan sepenuhnya oleh insan KAI di Balai Yasa Surabaya Gubeng itu terdiri atas 12 kereta yang mencakup kereta kabin tidur, Grand Restaurant, lounge, serta kereta pendukung operasional.
Kabin tidur disediakan dalam tiga kategori, yakni Signature Class, Advanced Class, dan Compact Class. Interior kereta mengangkat identitas Nusantara melalui inspirasi wayang kulit, motif Sekar Jagad, Batik Lasem, hingga ornamen khas Bali.
Perjalanan juga dilengkapi jendela panorama, area bersantai, fasilitas hiburan, dan restoran untuk menghadirkan pengalaman wisata yang menyatu dengan budaya Indonesia.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Nusantara Explorer merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden untuk menghadirkan layanan wisata berbasis rel yang berkelas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya nasional.
"Nusantara Explorer lahir dari gagasan dan perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto agar KAI menghadirkan kereta wisata yang memberikan pengalaman perjalanan berkelas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Perintah tersebut kami tindak lanjuti melalui kemampuan dan kreativitas insan KAI di Balai Yasa Surabaya Gubeng," ujar Bobby Rasyidin.
Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dan hadirnya Nusantara Explorer memperlihatkan arah pengembangan perkeretaapian Indonesia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan, tetapi juga pelestarian warisan sejarah, penguatan konektivitas, pengembangan pariwisata, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari stasiun yang telah melayani masyarakat selama lebih dari satu abad hingga kereta wisata berkonsep modern, keduanya menjadi simbol perjalanan Indonesia yang terus bergerak maju tanpa meninggalkan jejak sejarahnya.