INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Penyanyi, penulis lagu, sekaligus gitaris asal Amerika Serikat, KG Crown, mulai memperluas kiprahnya ke pasar musik internasional dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan awal pengembangan kariernya. Musisi berusia 19 tahun tersebut berada di Jakarta sepanjang September 2026 untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun koneksi dengan ekosistem musik dan kreatif di Tanah Air.

Kehadiran KG Crown, yang dibaca “kei-ji”, berlangsung menjelang peluncuran single debutnya berjudul “Shut Up I’m in Paris” yang dijadwalkan dirilis pada November 2026. Setelah itu, single kedua akan menyusul pada awal 2027 sebagai bagian dari rangkaian rilisan terbaru KG.

Selama berada di Jakarta, KG dijadwalkan bertemu dengan media, musisi, kreator, serta pelaku industri kreatif lokal. Ia juga akan berinteraksi dengan penggemar Indonesia yang selama ini mengikuti perjalanan musiknya melalui komunitas online Krowns.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi KG membangun karier sebagai artis independen dengan cakupan audiens yang lebih luas. Sebagai Fender Artist, ia memperkenalkan musiknya melalui pendekatan pop-rock dan singer-songwriter, dengan permainan gitar serta instrumen secara live menjadi bagian penting dari identitasnya.

Sejak kecil, KG telah memainkan lima instrumen dan bermusik bersama saudara-saudaranya. Pengalaman tersebut kemudian membentuk karakter musiknya yang menggabungkan penulisan lagu pop dengan sentuhan rock yang kuat pada gitar.

“Saya selalu menyukai proses membuat musik, mulai dari menulis lagu, menentukan instrumen, hingga mencari tahu bagaimana semuanya bisa menyatu. Itulah bagian penting dari alasan saya melihat diri saya sebagai seorang musisi dan songwriter.” ujar KG di Jakarta, Rabu (16/9/2026). 

KG juga terlibat langsung dalam proses kreatif musiknya, mulai dari penulisan lagu hingga pengembangan produksi. Untuk pertunjukan langsung, ia lebih memilih format full band dengan permainan gitar, bass, dan drum secara langsung.

Indonesia menjadi salah satu pasar internasional pertama yang secara aktif dibidik KG dalam pengembangan kariernya. Dukungan yang telah terbentuk melalui komunitas online menjadi salah satu alasan kunjungannya ke Jakarta.

“Saya sudah mendapat dukungan dari orang-orang di Indonesia yang mengikuti musik saya secara online, jadi saya sangat senang akhirnya bisa datang ke sini dan bertemu dengan mereka,” ujar KG.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memahami perkembangan industri musik dan komunitas kreatif Indonesia serta membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri lokal.

“Saya juga ingin mengenal lebih jauh perkembangan musik dan komunitas kreatif di sini, sekaligus melihat peluang untuk bekerja sama,” katanya.

Selama di Jakarta, agenda KG mencakup press briefing, wawancara media, pertemuan dengan mitra kreatif dan pelaku industri lokal, serta kegiatan bersama sejumlah kreator Indonesia. Pertemuan tersebut sekaligus diarahkan untuk mengembangkan ide konten dan potensi kolaborasi pada masa mendatang.

Dari sisi karya, “Shut Up I’m in Paris” menjadi pintu masuk bagi KG untuk memperkenalkan arah musiknya sebagai artis solo. Lagu tersebut bermula dari proses penulisan lagu dan pembuatan demo menggunakan laptop dan gitar di rumah.

Dalam proses selanjutnya, KG terhubung dengan Haywood untuk mengembangkan produksi lagu hingga menghasilkan versi akhir. KG memegang peran utama dalam penulisan, termasuk melodi dan struktur lagu, sementara Haywood berkontribusi melalui pengalamannya sebagai songwriter, produser, dan musisi.

“Haywood benar-benar memahami sound yang ingin saya hasilkan. Saya senang bisa membawa lagu yang awalnya saya buat di rumah ke studio dan mengembangkannya lebih jauh bersama dia.” kata KG. 

Single “Shut Up I’m in Paris” dijadwalkan meluncur pada November 2026 dan menjadi rilisan pembuka dari rangkaian musik terbaru KG. Single berikutnya akan menyusul pada awal 2027.

Selain dua single tersebut, KG juga telah menyiapkan materi musik baru untuk memperluas katalog karyanya. Langkah ini menunjukkan fokusnya tidak hanya pada satu rilisan, tetapi juga membangun identitas sebagai musisi independen melalui karya, penampilan live, serta perluasan basis audiens di pasar internasional.