Mentan Amran Lepas Ekspor 206,8 Ton Produk Unggas

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 21 April 2018 - 05:57 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)
Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Pertanian Amran Sulaiman melepas ekspor produk unggas berupa daging ayam olahan, pakan ayam dan anak ayam (DOC) dengan volume 206,8 ton untuk tujuan tiga negara.

Pengiriman ekspor produk unggas ke Timor Leste, Jepang dan Papua Nugini tersebut dilakukan Mentan di PT Charoen Pokphan Indonesia (CPI) selaku eksportir, di Jakarta, Jumat (20/4/2018)

"Setelah berhasil menembus pasar Jepang, Papua Nugini dan Timor Leste, kami targetkan produk unggas Indonesia dapat mengisi Malaysia dan Filipina, kemudian negara-negara ASEAN bahkan Asia," ujarnya.

Ekspor produk unggas tersebut terdiri daging ayam olahan dikirim sebanyak 6,89 ton ke Timor Leste, 6,69 ke Jepang dan 8,58 ton daging Papua Nugini.

Kemudian ekspor produk lain ke Papua Nugini berupa pakan ternak Feed LK 2420 sebanyak 120 ton, dan anak ayam berusia satu hari (day old chick/DOC) 5.000 ekor serta produk minuman kemasan sebanyak 63,7 ton.

Ekspor produk unggas sebanyak 12 kontainer ke Jepang, Timor Leste dan Papua Nugini tersebut diperkirakan senilai 135.254 dolar AS atau setara Rp1,85 miliar.

Sementera itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita kepada awak media mengatakan tak mudah bagi Indonesia bisa menembus pasar Jepang yang menetapkan persyaratan biosafety dan biosecurity sangat ketat.

Bahkan, tambahnya, Indonesia membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk meyakinkan kembali negara tersebut pascapelarangan ekspor produk daging ayam olahan karena maraknya penyakit flu burung pada 2004.

Menurut Ketut Diarmita, diterimanya produk Indonesia oleh Jepang menjadi barometer jika daging ayam olahan asal Indonesia bisa diterima negara lain.

Presiden Direktur PT CPI Thomas Effendy mengatakan ekspor ke Timor Leste dan Jepang itu merupakan yang perdana sedangkan ke Papua Nugini yang keempat sejak 2017.

Ekspor ke Jepang, tambahnya, merupakan prestasi yang sangat baik mengingat negara tersebut sangat memperhatikan konsumennya.

Menurut dia, sejak 2014 Jepang mengirimkan tim dari Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (MAFF) untuk secara berkelanjutan melakukan penilaian kepada unit usaha pengolahan makanan PT CPI.

Hasil penilaian produk yang diizinkan ekspor ke Jepang, tambahnya, meningkat secara signifikan dari hasil kunjungan sebelumnya dan produk tersebut dapat diterima oleh konsumen Jepang.

"Dari hasil penilaian terakhir yang dilakukan oleh delegasi MAFF Jepang membuat kami semakin optimis untuk memasuki pasar Jepang sebagai pasar ekspor pertama kami di luar negara Asia Tenggara," ujar dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Veolia

Senin, 24 Juni 2019 - 21:05 WIB

Veolia Water Technologies Establishes Asia Pacific Headquarters in Kuala Lumpur

Veolia Water Technologies, a leading solutions provider for both water and wastewater treatment, is pleased to announce the formation of its regional headquarters in Kuala Lumpur. The move from…

Suasana Konferensi Pers menyambut Harkopnas 2019 yang bakal diselenggarakan pada 12-14 Juli

Senin, 24 Juni 2019 - 20:59 WIB

Ini Alasan Harkopnas 2019 Diadakan di Purwokerto

Penetapan Purwokerto sebagai kota penyelenggara acara puncak Harkopnas 2019 adalah keputusan bernilai sejarah yang menarik.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 24 Juni 2019 - 20:00 WIB

IMF: Perang Dagang AS-Tiongkok Tak Ada Pihak yang Diuntungkan

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak akan menguntungkan pihak mana pun dalam jangka panjang, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Senin, 24 Juni 2019 - 19:45 WIB

Pemerinah Bakal 'Nendang' Ekspor Lewat Insentif Fiskal

Pemerintah terus melakukan terobosan kebijakan yang dapat menggairahkan iklim usaha di dalam negeri sehingga turut memacu pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah strategisnya, yang dalam waktu…

LinkedIn

Senin, 24 Juni 2019 - 18:10 WIB

LinkedIn: Tiga Rising Skills Ini Pengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan di Indonesia

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkan Laporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…