Parlemen Eropa Diminta Perhatikan Industri Sawit Indonesia

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 14 April 2018 - 13:21 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral RI-Uni Eropa DPR-RI meminta perhatian Parlemen Eropa atas Resolusi Parlemen Eropa yang intinya menghapuskan/ phase out untuk biofuel dari bahan baku kelapa sawit pada 2021.

Resolusi yang disahkan pada 17 Januari 2018 dinilai diskriminatif karena merugikan kelapa sawit dari jenis food crops lainnya, demikian keterangan dari KBRI Brussels,Belgia di Jakarta, Jumat (13/4/2018)

Ketua Delegasi GKSB, Nurhayati Ali Assegaf dalam pertemuannya dengan delegasi Uni Eropa menegaskan bahwa bagi Indonesia, kelapa sawit merupakan pendorong utama untuk mengatasi masalah kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, mengatasi ketimpangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sesuai dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Ditambahkan pula bahwa kelapa sawit sangat terkait dengan kehidupan sekitar 50 juta penduduk Indonesia yang sebagian besar merupakan petani kecil.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah-langkah preventif untuk memastikan aspek keberlanjutan dari kelapa sawit termasuk penguatan aspek penegakan hukum.

Perlu dicatat pula bahwa sejak 2015, Indonesia telah berhasil mencegah kebakaran hutan melalui langkah-langkah preventif.

Dalam aspek perdagangan, Nurhayati Ali Assegaf menyampaikan bahwa Uni Eropa dapat lebih memperkuat kerja sama perdagangan dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi.

Dalam beberapa kesempatan, Uni Eropa justru dinilai lebih mengedepankan kerja sama dengan negara yang tidak demokratis. Hal ini dinilai dapat memberikan sinyal negatif bahwa demokrasi bukan suatu syarat dalam penguatan kerja sama dengan UE.

UE diharapkan dapat memberikan cerminan bahwa Indonesia merupakan mitra yang baik dan terpercaya termasuk dalam aspek perdagangan.

Dalam responnya, Warner Langen selaku Chair DASE menyampaikan bahwa Resolusi Parlemen Eropa tersebut belum final dan saat ini Uni Eropa sedang melaksanakan prosesperundingan tiga pihak antara institusi UE yakni Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan Dewan Eropa.

Diharapkan pula Indonesia dapat menyediakan data dan informasi yang relevan terkait kelapa sawit karena selama ini kelapa sawit dinilai sebagai produk yang kurang ramah lingkungan dan tidak bersifat sustainable. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro

Sabtu, 06 Juni 2020 - 01:59 WIB

New Normal, Ingat Lagunya Koes Plus

Jakarta, Jumat (05/06/2020)-“Ke Jakarta Aku Kan Kembali, Walaupun Apa Yang Kan Terjadi” – inilah suasana kebatinan masyarakat yang terjadi saat ini.

Waketum KADIN Shinta Sukamdani, Menperin Agus Gumiwang, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:15 WIB

Kabar Gembira...Menperin Agus Bakal Gelontorkan Stimulus Modal Kerja untuk Pulihkan Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Produsen Batubara

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:31 WIB

Industri Batubara Lesu Akibat Pasar Menyusut Terpapar Covid-19

Minimnya pergerakan ekonomi membuat industri batubara turut mengalami kelesuan dikarenakan menurunnya permintaan pasar terutama yang datangnya dari India dan Tiongkok.

Contoh proyek PT PP Persisi

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:10 WIB

Cetak Laba Rp1,2 triliun, PT PP Gelontorkan Dividen Tunai 22,5 %

PT Pembangunan Perumaha (Persero) Tbk (PTPP) berhasil catatkan kinerja positif perusahaan untuk pendapatan usaha tahun buku 2019 sebesar Rp24,65 triliun dengan laba bersih yang perseroan mencapai…

Tokok Pakaian GAP (ist)

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:03 WIB

Enggak Kuat Merugi hingga Rp13,1 Triliun, GAP Inc Terpaksa Tutup Toko

Perusahaan fashion GAP Inc, pada Kamis (5/6/2020) melaporkan kerugian yang dialaminya hingga 43% dalam penjualan kuartal I 2020 yang mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar yang dialam