INDUSTRY.co.id -Jakarta, Sebanyak 42 kawasan industri baru akan segera mendapatkan kemudaha perizinan dalam program kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK).
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Hutapea di kantor BKPM, Jakarta (6/3/2018).
Menurutnya, fasilitas tersebut akan membuat investor yang sudah mendaftar investasi langsung bisa melakukan konstruksi sambil mengurus perizinan yang dibutuhkan lainnya.
"Kami lagi memantau 42 kawasan di 10 provinsi dan 23 kabupaten kota," ujar Tamba.
Sejauh ini, tambahnya, sejak dikenalkan awal tahun 2016 silam, sudah ada 32 kawasan industri yang mendapat fasilitas KLIK. "Adapun realisasinya, sudah ada 115 investor yang memanfaatkannya dengan nilai Rp 130,6 triliun dan luas lahan 1.322,9 hektare," terangnya.
Tamba mengatakan setidaknya dari ke-42 kawasan industri tersebut bakal ada 4.500 hektare lahan baru untuk investasi. Berbagai provinsi seperti Sumatra Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara jadi peserta baru yang berminat memiliki kawasan industri.
"Memang perlu dukungan kepala daerah untuk bisa memajukan investasi di daerah," kata Tamba.
Dikesempatan yang sama, Kepala BKPM Thomas Lembong tidak menampik lebih mudah mengatur perizinan di kawasan khusus investasi karena juga berada dalam pengawasan pemerintah pusat.
"Di luar kawasan industri khusus dan kawasan ekonomi khusus berinvestasi di Tanah Air masih cukup memusingkan bagi investor. Data dan koordinasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah banyak yang tidak cocok," kata Thomas.
Meski peringkat kemudahan investasi Indonesia (EODB) sudah melesat ke 72 besar, Thomas mengatakan masih banyak yang harus dibenahi.
Dikatakan Thomas, Presiden Joko Widodo juga akan memberikan arahan langsung dalam konsolidasi penyelarasan perizinan pusat dan daerah pekan depan. Dia berharap, pembenahan perizinan yang terkesan sedikit lamban, pembangunan infrastruktur, penyediaan tenaga kerja dan upah layak, akan bisa segera menarik minat investor.
Tahun ini BKPM mengincar ada investasi swasta sebesar Rp765 triliun. Selain itu, Thomas juga mengupayakan agar laju perlambatan investasi di luar pulau Jawa kembali membaik tahun ini.
"Tahun lalu, realisasi investasi di luar pulau Jawa melambat 6,6 persen. Selain itu, dalam waktu dekat pemerintah juga mengupayakan perizinan yang keseluruhan prosesnya dilakukan secara digital dan satu pintu minim tatap muka," tuturnya.