INDUSTRY.co.id - Jakarta, Jika melihat laporan keuangan berbagai pemain bisnis ini, baik lokal maupun internasional, dari marjin laba bersih dan peningkatan pendapatan saja sudah menyiratkan bisnis MRO cerah prospeknya ke masa depan.
Kementerian Perindustrian mencatat, pada tahun 2016, maskapai dunia mengeluarkan dana sebesar USD72,81 miliar untuk melakukan perawatan pesawat. Dari nilai tersebut, Amerika Utara menjadi penyumbang terbesar yang mencapai USD21,2 miliar, diikuti Eropa sekitar USD20,7 miliar dan Asia Pasifik USD13,3 miliar.
Kesimpulan dari bisnis MRO ke depan, sangat menjanjikan mengingat traffic penumpang di Indonesia selalu tumbuh 2 digit.
Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata-rata 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir
Bertambah naiknya penumpang udara tentu akan membuat maskapai di Indonesia menambah jumlah armadanya.
Jumlah armada yang semakin banyak, bukankah ini peluang bagus untuk bisnis MRO di Indonesia dan market regional? jawabnya tentu saja bisnis MRO ke depan, sangat prospektif.