INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Emiten manufaktur komponen otomotif tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp3,157 triliun atau meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,774 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba perseroan juga meningkat 18 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp288,383 miliar.
Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, mengatakan pertumbuhan yang terjadi secara merata di seluruh lini usaha menjadi cerminan kuatnya fundamental bisnis perseroan di tengah dinamika industri otomotif.
"Pertumbuhan pendapatan yang terjadi merata di seluruh segmen usaha Perseroan ini menunjukkan solidnya kinerja DRMA sebagai grup usaha. Dan tentu saja, pertumbuhan yang terjadi di seluruh segmen bisnis ini merupakan petunjuk tentang tingginya tingkat ketangguhan Perseroan dalam mengarungi pasar yang bergerak sangat dinamis," ujar Irianto Santoso.
Segmen roda dua (2W) masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp1,847 triliun atau tumbuh 7 persen dibandingkan capaian semester pertama 2025 sebesar Rp1,734 triliun.
Sementara itu, segmen roda empat (4W) membukukan pertumbuhan paling tinggi. Pendapatan segmen ini meningkat 36 persen menjadi Rp848 miliar dari sebelumnya Rp622 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun segmen lain-lain turut memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan pendapatan 11 persen menjadi Rp462 miliar, dibandingkan Rp418 miliar pada semester pertama 2025.
Berbekal kinerja hingga pertengahan tahun tersebut, DRMA optimistis mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen sepanjang 2026.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perseroan terus memperkuat ekspansi melalui peningkatan kapasitas produksi di fasilitas Jababeka dan Bekasi. Selain itu, DRMA juga memperluas pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui unit usaha Dharma Connect yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Langkah ekspansi tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi DRMA di industri komponen otomotif nasional, termasuk pada segmen kendaraan listrik yang terus berkembang.