Transmigrasi dan Industri Sawit Dorong Pemekaran Wilayah

Oleh : Herry Barus | Jumat, 12 Januari 2018 - 14:30 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang menilai, pola transmigrasi dan perkebunan kelapa sawit merupakan program pemerintah yang sukses di tahun 1980-an. Kedua program ini mampu membuka keterisoliran daerah, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk sehingga berdampak pada  pemekaran wilayah.

 “Kalau dilihat historisnya,  4 dari 5 pemekaran di tingkat kabupaten di Indonesia merupakan wilayah transmigrasi yang penduduknya yang menggantungkan hidup dari perkebunan kelapa sawit,” kata Togar pada peluncuran dan diskusi buku bertema “Privatisasi transmigrasi dan kemitraan plasma menopang industri sawit” diadakan The Institute for Ecosoc Rights bekerja sama dengan Norwegian Center for Human Rights di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Hanya saja, kata Togar, karena berbagai keterbatasan program  transmigrasi serta perkebunan kelapa sawit hanya mengikuti kondisi saat itu sehingga  ada  regulasi tertinggal dengan kondisi lapangan. Akibatnya, sejumlah pihak menilai terjadi diskriminasi.

Togar mencontohkan, di tahun 1980-an, saat pengembangan awal,  perusahaan sawit  selalu harus mampu menyeimbangkan antara luasan areal, kemampuan produksi TBS  serta kapasitas pabrik.

Perusahaan sawit berinvestasi berdasarkan kemampuan mereka. Jika memiliki 5.000 ha lahan maka pasokan yang dibutuhkan adalah 30 ton TBS per jam. Saat itu, perusahaan hanya menggantungkan pasokan dari petani plasma karena keterbatasan kapasitas pengolahan pabrik serta petani mandiri belum berkembang.

Menurut Togar, kalaupun, akhirnya perusahaan sawit menerima pasokan petani mandiri harganya pasti berbeda. Hal itu karena harga plasma dihitung berdasarkan harga rata-rata 2-3 bulan lalu. Sementara itu, harga mandiri dihitung berdasarkan harga saat ini. “Jadi sampai kapan pun perdekatan terkait harga tidak pernah berakhir. Apalagi sawit merupakan komoditas yang harganya sangat dipengaruhi faktor global.”

Togar mengingatkan, semua pihak tidak hanya menggantungkan pembenaran atas pendapatnya hanya pada satu buku atau riset tertentu saja. “Perlu banyak riset dan referensi untuk memperkaya pemahaman mengenai sawit,” kata dia.

Terpisah, Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (Maksi)  Darmono Taniwiryono mengingatkan banyak pihak yang tidak mengenal produk sawit tetapi berbicara negatif tentang sawit. Akibatnya, opini negatif komoditas itu telah merasuk di pemikiran generasi muda Indonesia sejak dari rumah hingga pendidikan.

Menurut dia, sudah waktunya pemerintah dan masyarakat mendorong peningkatan promosi positif terhadap minyak sawit. Apalagi,  sumbangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) terhadap devisa negara mencapai rata-rata lebih dari 15 miliar dolar AS setiap tahun.

Darmono mengungkapkan, sudah waktunya semua pihak melakukan riset-riset ilmiah agar tidak terlalu cepat mendiskreditkan produksi minyak kelapa sawit sebagai produk yang tidak ramah lingkungan.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Paxel

Senin, 09 Desember 2019 - 10:05 WIB

Jelang Harbolnas 12/12, TOB Kerjasama Dengan Paxel

TOB Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Paxel, perusahaan logistik untuk jasa pengiriman ke sejumlah wilayah di Tanah Air. Dengan menggandeng kemitraan perusahaan logistik tersebut maka…

ShopBack ShopFest 2019

Senin, 09 Desember 2019 - 10:00 WIB

ShopBack ShopFest 2019 Catat Nilai Transaksi Terbesar Selama Tiga Tahun Penyelenggaraan

ShopBack ShopFest 2019, festival belanja online akhir tahun dari ShopBack mencatat peningkatan nilai transaksi hingga lebih dari enam kali lipat dibanding tahun lalu. Ini merupakan nilai transaksi…

CEO & Founder Bhinneka.Com, Hendrik Tio

Senin, 09 Desember 2019 - 09:56 WIB

Bhinneka.Com Terima Penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak

Jakarta – Di pengujung tahun ini, PT Bhinneka Mentaridimensi (Bhinneka.Com), B2B2B Business Super-Ecosystem, kembali memperoleh apresiasi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai Pembayar…

GE Healthcare

Senin, 09 Desember 2019 - 09:30 WIB

Agen Informatika Pencitraan GE Healthcare Bersertifikat Halal

Dua agen kontras GE Healthcare telah disertifikasi halal, memperbanyak pilihan radiologis untuk pasien mereka di Indonesia. Omnipaque dan Visipaque, yang membentuk lebih dari sepertiga pasar…

Qantas Air (Foto Dok Qantas)

Senin, 09 Desember 2019 - 09:00 WIB

Travelport dan Qantas Melanjutkan Peluncuran NDC di Asia-Pasifik

Sebagai kelanjutan dari dukungan kepada New Distribution Capability yang digunakan oleh Qantas, termasuk Qantas Distribution Platform (QDP), Travelport, perusahaan teknologi terkemuka yang melayani…