INDUSTRY.co.id, Jakarta - Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk pembuatan 7 juta sertifikat tanah tahun ini, dimana tahun sebelum telah tercapai 5 juta sertifikat tanah.

Advertisement

Kalau kita bekerja tanpa target yang jelas, persoalan masalah sertifikat ini bertahun-tahun tidak akan selesai, kata Presiden

Presiden kemudian bercerita bahwa setiap dirinya melakukan kunjungan kerja ke daerah, ia sering mendengar keluhan tentang sengketa tanah dan kesulitan pembebasan lahan. Ia kemudian membandingkan jalan tol di Indonesia dengan jalan tol di negara-negara tetangga.

Advertisement

Coba bandingkan jalan tol dulu di Malaysia, Vietnam, Tiongkok. Waktu kita bikin Jalan Tol Jagorawi tahun 1977, mereka lihat ke kita, jalan tol itu seperti apa, pembebasan lahan, konstruksi bagaimana, manajemen pengelolaan seperti apa. Sampai tahun 2014, kita punya jalan tol hanya 780 km. Tiongkok sudah punya 280.000 km jalan. Ini berarti ada masalah. Masalahnya adalah pembebasan lahan yang sulit, ucap Presiden.

Tol Trans Jawa dari Merak sampai Banyuwangi, ungkap Presiden, ditargetkan akan selesai tahun 2019. Presiden yakin pembangunan jalan tol tersebut akan selesai tepat waktu.

Advertisement

Kalau kita niat, kita punya kemauan tanpa didasari kepentingan-kepentingan, bisa rampung, ujar Presiden.

Presiden mengungkapkan bahwa dirinya memberikan target kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional agar di tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia sudah bersertifikat.

Advertisement

Diungkapkan Presiden bahwa di berbagai negara, pemberian hak atas tanah kepada rakyat adalah hal yang mendasar dan fundamental.

Kita juga harus melakukan hal yang sama. Saya yakin kalau urusan sertifikat tanah ini selesai, masyarakat akan lebih sejahtera dan kita bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ucap Presiden.