INDUSTRY co.id -Jakarta - Pemerintah Provinsi Bengkulu menggagas sebuah kegiatan yang bertajuk Semarak Kopi Bengkulu yang berlangsung di Car Free Day Bundaran HI, Jakarta, Minggu, (26/11/2017) dengan membagi-bagikan 1.000 cup kopi Bengkulu gratis kepada pengunjung.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan Kopi Bengkulu kepada masyarakat yang kualitasnya tidak kalah dengan kopi dari daerah lain di Indonesia.
"Semarak Kopi Bengkulu’ menjadi ajang perkenalan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada masyarakat luas terutama bagi pengunjung Car Free Day di Jakarta. Kopi Bengkulu belum banyak dikenal masyarakat sehingga kami berinisiatif untuk memperkenalkannya sekaligus membantu para petani serta pengusaha kopi Bengkulu untuk dapat terkenal, dan kami optimis kami dapat bersaing hingga ke tingkat dunia seperti kopi dari daerah lain,” jelas Rohidin Mersyah selaku Plt. Gubernur Bengkulu.
Rohidin mengatakan, saat ini kopi Bengkulu masih didominasi oleh varian kopi Robusta yang memiliki citarasa khas yang memberikan kenikmatan tersendiri bagi para pecinta kopi, selain kopi Arabika yang juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
"Kopi Robusta Bengkulu juga merupakan varian unggulan hingga masuk menjadi peringkat 5 di Pusat Penelitian (PUSLIT) Kopi Nasional. Di sisi lain, produksi kopi Bengkulu masih terkendala dengan angka produksi kopi yang belum maksimal. Angka produksi kopi Bengkulu saat ini baru mencapai mencapai 80.000 ton per tahun yang dihasilkan oleh para petani kopi di Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara dan beberapa daerah lainnya. Angka ini tentu saja belum maksimal jika dibandingkan dengan permintaan yang ada,” tambah Rohidin.
Selain membagi-bagikan kopi Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga membagi-bagikan Sirup Kalamansi dalam acara “Semarak Kopi Bengkulu” di Car Free Day Jakarta. Sirup Kalamansi yang diolah dari jeruk Kalamansi telah lama menjadi buah tangah atau oleh-oleh khas Bengkulu.
Budidaya jeruk Kalamansi ini diawali dengan pencanangan gerakan “Satu Desa Satu Produk” oleh Wakil Presiden Boediono pada tahun 2009. Sejak itulah jeruk Kalamansi yang berbau harum dan memiliki rasa yang asam ketika susah masak dan pahit ketika masih mentah, menjadi produk unggulan di Bengkulu karena tingginya daya jual dan cepatnya masa produksi buah, yaitu 6 bulan setelah masa tanam.
“Semarak Kopi Bengkulu” merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan “Wonderful Bengkulu 2020” yang telah dicanangkan oleh pemerintah. “Melalui kegiatan ini diharapkan kopi Bengkulu bisa mendapat apresiasi positif dari masyarakat luas serta meningkatkan potensi kopi Bengkulu di masa depan. Kami optimis kopi Bengkulu dapat diterima dengan baik dan mampu bersaing hingga ke tingkat dunia,” tutup Rohidin.