INDUSTRY.co.id - Bogor- Industri agro merupakan salah satu industri prioritas dalam pengembangan industri nasional. Sektor industri ini mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, penghasil devisa negara serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Advertisement

Selain itu, industri agro dinilai menjadi industri andalan masa depan Indonesia, karena didukung oleh sumber daya alam yang potensial dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan.

Balai Besar Industri Agro (BBIA) yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementrian Perindustrian merupakan lembaga riset yang mempunyai tugas pokok melaksanakan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri agro sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

Advertisement

Untuk meningkatkan peran BBIA dalam memecahkan masalah industri, BBIA mengadakan kerjasama dengan FIRDI ( Food Industrial R&D Institute) dari Taiwan, dalam bidang rumput laut, buah merah dan cocoa.

Kerjasama ini merupakan satu dari beberapa kerjasama yang telah dilakukan oleh BBIA dengan beberapa lembaga riset baik di luar negeri atau dalam negeri.

Advertisement

Langkah ini sesuai dengan arahan dari BPPI, yang mendorong agar semua Balai Besar dan Balai Riset yang berada di bawah BPPI Kementerian Perindustrian melakukan kolaborasi dengan lembaga riset dari luar negeri dan juga dalam negeri. Tujuannya untuk menambah wawasan dan mempercepat alih teknologi, juga untuk meningkatkan kapasitas dari lembaga riset yang ada.

Setelah beberapa kali melakukan komunikasi dan kunjungan, untuk menindaklanjuti kerjasama ini telah dilakukan Tele Conference antara BBIA dan FIRDI pada 20 November 2017, bertempat di BBIA, Bogor. Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementrian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, Kepala BBIA, Umar Habson, serta sejumlah peneliti dari BBIA.  

Advertisement

Dalam kesempatan ini Ngakan Timur Antara menekankan kerjasama yang dilakukan hendaknya tidak berhenti pada tahap penelitian saja, namun juga joint publication, serta membuat pilot plan bersama dengan topik industri di daerah Indonesia.

"Dalam kerjasama ini teknologi yang dimiliki oleh FIRDI harus bisa ditangkap, untuk meningkatkan kapasitas lembaga riset, dan juga mempercepat bangkitnya beberapa industri turunan dari rumput laut, buah merah dan cocoa," ujar Ngakan di Bogor (21/11/2017).

Lebih lanjut, Ngakan mengatakan, dari beberapa kerjasama yang dilakukan dengan lembaga riset dari Belanda, Jepang, dan Taiwan, banyak hal positif bisa didapat. Selain dalam bentuk kerjasama penelitian, juga peningkatan kapasitas pendidikan staf, yang diharapkan bisa meningkatkan Balai Litbang dimana staf tersebut bekerja.

Sementara itu, Kepala BBIA, Umar Habson menambahkan, kerjasama dengan FIRDI terkait dengan peluang kerjasama riset salah satunya dengan menggandeng PT Bantimurung indah (Bosowa Group) Maros, Makasar.

"BBIA selama ini telah membantu Bosowa dalam membangun kembali bisnis rumput laut, dengan pembuatan karagenan dari rumput laut," katanya.

Terkait refined carragenaan, saat ini sudah didapatkan calon pembeli dari Spanyol, namun Bosowa masih membutuhkan investor untuk investasi peralatan. "Untuk itu FIRDI diminta untuk membantu menjembatani apabila ada industri dari Taiwan yang tertarik untuk investasi di bidang rumput laut," tutup Umar.