INDUSTRY.co.id - Jakarta- Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyerukan insiden kematian sekitar 47 orang akibat terbakarnya pabrik petasan di Tangerang, Banten, Kamis (26/10/2017), menjadi perhatian.

Advertisement

"ILO akan terus menjalin kerja sama dengan para konstituen tripartitnya, pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha untuk mengeksplorasi bagaimana sebaiknya meningkatkan tindakan keselamatan guna mencegah insiden serupa di masa mendatang," kata Direktur ILO di Indonesia Michiko Miyamoto mengomentari insiden itu, Jumat (17/10/2017)

Menurut Michiko Miyamoto kepada awak media, insiden itu merupakan peringatan terhadap kondisi kerja yang tidak aman yang masih banyak terjadi dan dihadapi.

Advertisement

Menurut perkiraan ILO terbaru, lebih dari 1,8 juta kematian akibat kerja terjadi setiap tahunnya di kawasan Asia dan Pasifik. Bahkan dua pertiga kematian akibat kerja di dunia terjadi di Asia.

Menurut ILO tragedi-tragedi serupa bukanlah hal baru di kawasan ini dan membutuhkan aksi untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Advertisement

ILO saat ini mendukung Pemerintah Indonesia dan para mitra sosialnya untuk mengadaptasi peraturan dan kebijakan K3 yang sejalan dengan Kerangka Kerja ILO untuk Konvensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Konvensi No. 187) yang diratifikasi oleh Indonesia pada Agustus 2015.

Kesepakatan internasional ini, salah satu pilar pendekatan sistematis ILO untuk K3, mendefinisikan lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai hak dan menjabarkan bagaimana sistem dan program nasional harus dirancang agar dapat mempromosikan peningkatan K3 secara berkelanjutan.

Advertisement

ILO mendorong pelaksanaan tindakan-tindakan keselamatan tempat kerja untuk meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan dan kehidupan semua pekerja dari bahaya dasar yang signifikan seperti kebakaran dan memperbaharui komitmennya untuk mendorong upaya negara-negara anggota memperkuat kapasitas mereka mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

ILO menyatakan rasa belasungkawa kepada keluarga para korban dan menyampaikan rasa simpati kepada mereka yang cedera.

Konsultasi Psikologi

Sementara itu Polda Metro Jaya menyiapkan tenaga medis pemulihan trauma seperti psikiater dan psikolog bagi keluarga yang menjadi korban meninggal dunia akibat kebakaran gudang petasan di Kosambi Tangerang Banten.

"Tim ini dipimpin Karo Sumber Daya Manusia dan Personil Polda Metro Jaya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Jumat (28/10/2017)

Ia mengatakan Polda Metro Jaya menempatkan psikolog dan psikiater di pos pengaduan orang hilang Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur.

Tenaga psikiater itu membantu pemulihan trauma kepada orang yang kehilangan orang tua, anak, suami maupun istri.

"Kami berikan motivasi agar kejiwaannya bangkit kembali dan menempatkan polwan untuk membantu keluarga korban," tutur Argo.

Argo mengungkapkan proses identifikasi mulai berlangsung dan terdapat 26 keluarga yang mendatangi RS Polri Kramatjati untuk melaporkan kehilangan keluarga.

Pihak kepolisian berharap menemukan kartu identitas, tanda pada tubuh, serta properti yang digunakan maupun rekam medis seperti gigi.