INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), meraih penghargaan Most Outstanding Natural Gas Transition & Carbon Emission Reduction Excellence pada ajang Industry Award 2026.

Penghargaan diserahkan CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri, Nandi Nanti, di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam pernyataan tertulisnya, Dewan Juri menilai PGN konsisten memimpin transisi energi nasional melalui pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi ramah lingkungan dan keberhasilan mencatatkan inisiatif reduksi emisi karbon yang signifikan.

"PGN menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam transisi gas alam. Melalui pemanfaatan gas bersih dan reduksi emisi karbon yang signifikan, PGN menetapkan tolok ukur baru nasional untuk transisi energi rendah karbon di Indonesia," ujar Dewan Juri.

Dewan Juri Industry Award 2026 menetapkan PGN sebagai pemenang berdasarkan empat pilar penilaian.

Pertama, kinerja bisnis dan infrastruktur gas nasional. PGN merupakan perusahaan gas bumi terbesar di Asia Tenggara dengan pendapatan miliaran Dollar AS per tahun. Perseroan mengelola jaringan pipa gas lebih dari 10.000 km, mengoperasikan terminal LNG, serta menyalurkan gas ke jutaan pelanggan rumah tangga, komersial, industri, dan pembangkit listrik. Memasuki 2025-2026, kinerja keuangan PGN tumbuh solid seiring ekspansi niaga gas.

Kedua, kepemimpinan gas bumi sebagai energi transisi. Perseroan berfokus pada pemanfaatan gas bumi sebagai energi jembatan (bridging energy) menuju Net Zero Emission 2060. Emisi gas bumi 40-50 persen lebih rendah dibandingkan batu bara. PGN mengoptimalkan pasokan gas melalui pipa transmisi SSWJ, jaringan distribusi, serta moda beyond pipeline seperti CNG dan LNG trucking untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung pipa.

Ketiga, inisiatif reduksi emisi karbon signifikan. PGN berhasil mencatatkan reduksi emisi karbon yang signifikan melalui program konversi BBM ke gas bumi untuk transportasi dan industri, pemanfaatan gas suar (flare to power), serta efisiensi operasional. Program konversi ribuan kendaraan dan industri ke CNG berkontribusi menurunkan emisi CO2 puluhan ribu ton per tahun.

Keempat, inovasi dekarbonisasi dan hidrogen. Perseroan mengembangkan inisiatif dekarbonisasi melalui pencampuran hidrogen ke jaringan gas (hydrogen into gas grid), pengembangan biometana dari POME dan sampah, serta penangkapan dan penyimpanan karbon / penangkapan dan pemanfaatan karbon (CCS/CCUS). PGN juga menjadi operator utama infrastruktur untuk mendukung ekosistem hidrogen dan gas rendah karbon di Indonesia.

Dengan penghargaan ini, PGN semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin transisi energi gas bumi di Indonesia.

"PGN menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam transisi gas alam. Melalui pemanfaatan gas bersih dan reduksi emisi karbon yang signifikan, PGN menetapkan tolok ukur baru nasional untuk transisi energi rendah karbon di Indonesia," tutup Dewan Juri.

Proses Penilaian

Industry Award 2026 kembali digelar oleh media daring Industry.co.id dan Emiten.org dengan tema “Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation”.

Di ajang ini, penilaian dilakukan melalui tiga lapis pendekatan, yakni desk research, media monitoring, dan expert judgement.

Terdapat tiga kategori utama di tahun kedua apresiasi ini, yaitu Special Recognition, Tokoh Industri 2026, dan 25 Perusahaan Industri Terbaik.

Special Recognition dianugerahkan kepada SD Darmono, Founder & Chairman Jababeka Group.

Untuk Tokoh Industri 2026, penghargaan diberikan kepada Achmad Ma'ruf Maulana (Ketua HKI), Putu Juli Ardika (Ketua GAIKINDO), Adhi S. Lukman (Ketua GAPMMI), Abdul Sobur (Ketua HIMKI), dan Edy Suyanto (Ketua ASAKI).

Sementara kategori 25 Perusahaan Industri Terbaik diberikan kepada perusahaan unggulan berdasarkan performa bisnis, GCG, ESG, dan transformasi teknologi, termasuk PGN.

Acara penghargaan tersebut menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, S.T., M.T.M., sebagai keynote speaker yang mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.