INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) meraih penghargaan The Best Excellence in Sustainable Air Solutions & Smart HVAC Innovation pada ajang Industry Award 2026.

Penghargaan diserahkan CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri, Nandi Nanti kepada Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam pernyataan tertulisnya, Dewan Juri menilai DAIKIN konsisten memimpin pasar melalui inovasi teknologi tata udara HVAC yang ramah lingkungan, hemat energi, serta adaptif terhadap tuntutan bangunan hijau di Indonesia.

"DAIKIN sukses mengubah paradigma industri dari sekadar produsen pendingin ruangan menjadi penyedia solusi tata udara menyeluruh terintegrasi berbasis AI," ujar Dewan Juri.

DAIKIN dinilai juga berhasil meraih sertifikasi tertinggi Green Label Indonesia dengan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI) untuk seri solusi komersial teranyar VRV 6X dan VRV 6A. Produk ini teruji memiliki ketahanan korosi hingga 25 tahun dan efisiensi energi mutakhir.

Keunggulan lainnya terletak pada manufaktur lokal. DAIKIN membuktikan komitmen dekarbonisasi melalui kesiapan operasional pabrik pintar berbasis IoT di Cikarang yang fokus memproduksi lini produk ramah lingkungan berbasis refrigeran R32. Termasuk penguatan penetrasi produk AC hunian buatan dalam negeri berkinerja bintang 5 seperti seri Alpha Inverter Nusantara Prestige.

"DAIKIN Indonesia telah menunjukkan secara sempurna bagaimana kenyamanan termal yang canggih dan estetika arsitektur dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan pelestarian lingkungan," sebut Dewan Juri.

Dengan penghargaan ini, PT Daikin Airconditioning Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri tata udara dan pendingin di Indonesia.

"Melalui terobosan manufaktur yang berkelanjutan dan teknologi VRV bersertifikasi Platinum, perusahaan menetapkan tolok ukur global yang luar biasa untuk solusi bangunan pintar yang hemat energi dan siap menghadapi masa depan di Asia Tenggara," tutup Dewan Juri.

Proses Penilaian

Pada ajang ini, penilaian dilakukan melalui tiga lapis pendekatan, yakni desk research, media monitoring, dan expert judgement.

Dari 200 perusahaan yang ditelaah, seleksi mengerucut menjadi 60 perusahaan. Selanjutnya, ditetapkan tiga kategori utama, yakni Special Recognition, Tokoh Industri 2026, dan 25 perusahaan industri terbaik berdasarkan kriteria performa bisnis, ESG, GCG, serta transformasi teknologi.

Acara penghargaan tersebut menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, S.T., M.T.M., sebagai keynote speaker yang mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.